Iklan

Dr Qismullah Mengaku Tidak Tau Pengelola Dana Beasiswa Unsyiah

BANDA ACEH | Dr. Qismullah, Mantan Ketua Komite Beasiswa Aceh, tahun 2009-2010, mengaku, tidak tahu sapa penanggungjawab pengelolaan beasiswa Gurdacil dan beasiswa JPD. 

"Saya tidak tau Pak Hakim, karena itu internal di Unsyiah. Komisi beasiswa hanya bertugas mencari penerima beasiswa, menyeleksi dan menyalurkan ke unsyiah nama mahasiswa penerima beasiswa tersebut," jelasnya menjawab pertanyaan hakim.

Sedangkan untuk proses pencairan dana sendiri, ujarnya diajukan melalui Biro Keistimewaan (Biro Kesra) Pemerintah Aceh, tidak dilakukan oleh Komite Beasiswa Aceh.

Dalam kesaksiannya di pengadilan Tipikor Banda Aceh, Kamis (24/10/2013) sore tadi, Qismullah mengatakan, ada tiga jenis beasiswa yang dialokasikan untuk Unsyiah.

Hal tersebut sesuai dengan MoU (perjanjian) kerjasama Pemerintah Aceh dengan Unsyiah pada masa pemerintahan Gubernur Irwandi Yusuf.

"Ada tiga jenis yakni Beasiswa Gurdacil, Beasiswa JPD dan Beasiswa untuk S2 dan S3 dalam dan luar Negeri. Semuanya dibuat SK masing-masing lengkap dengan plakfon anggarannya," jelas Qismullah sebagaimana dikutip dari the Globe Journal.

Menurutnya, dalam rincian dana beasiswa tersebut, tiap-tiap mahasiswa dikenakan biaya management atau biaya administrasi universitas sebesar Rp 1 Juta pertahunnya.

Namun saat ditanya oleh Majelis Hakim Ainal Mardhiah, Qismullah tidak mampu menjawab pertanyaan tentang penggunaan dana dan siapa yang bertanggungjawab mengelola dana tersebut. Akibatnya, hakim sempat mengulang pertanyaan dan menegur saksi untuk bicara jujur dalam persidangan. |*|



Powered by Telkomsel BlackBerry®