Iklan

Dugaan Ijazah " ASPAL" Membahana Di Kecamatan Julok

Nasruddin
Julok - Aceh Timur | Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Peduli Rakyat Miskin (LSM- FPRM) meminta, Camat Julok harus berani bersikap tegas terhadap dugaan kasus ijazah palsu MYA. Menurut laporan dari warga masyarakat Ulee Blang dan hasil penulusuran FPRM sendiri, kasus dugaan ijazah palsu sudah membahana dikalangan masyarakat. Ironinya kasus dugaan ijazah palsu tersebut   bukan saja terjadi pada Geuchik Gampong Ulee Blang, namun disinyalir ada beberapa Geuchik lain di wilayah Kecamatan Julok memakai ijazah "Aspal" (Asli tapi palsu-red), namun anehnya, pihak camat Julok pura-pura tidak tahu kasus tersebut.

Terkait hal itu, Ketua LSM Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) Nasruddin menuturkan,  pihaknya sangat prihatin terhadap berlarut-larutnya penyelesaian kasus dugaan rekayasa foto copy ijazah yang telah diperbuat oleh oknum Geuchik terpilih Gampong Ulee Blang Kecamatan Julok, dan mengecam "Panitia Pemilihan Geuchik dan Lembaga Tuha Peut Gampong setempat serta Camat Julok karena tidak berani tegas dalam menjalankan  tugas yang telah di amanahkan oleh peraturan perundang-undangan negara.


"Saya menduga kuat bahwa Panitia Pemilihan Geuchik dan Lembaga Tuha Peut Gampong Ulee Blang tidak bersikap netral, malah ikut terlibat dalam upaya membohongi masyarakat Ulee Blang dengan cara menutup-nutupi kasus pidana yang diperbuat oleh Geuchik terpilih, MYA," ujar Ketua LSM FPRM, Nasruddin, Sabtu (26/10/13)


Nasruddin mendesak,  pihak Kabag Pemerintahan Mukim dan Gampong Kabupaten Aceh Timur,  agar meninjau kembali kemenangan MYA, jika geuchik yang telah melanggar ketentuan hukum tersebut, nekad juga dilantik, maka banyak LSM, OKP dan ORMAS di Aceh Timur akan melakukan protes.


"Jangan lagi ada upaya-upaya pembodohan serta penipuan kepada masyarakat di Aceh Timur, kasus pemalsuan Surat Ijazah dapat dijerat dengan pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)," demikian tutur Nasruddin. [d77]