Iklan

Gadis Tangse yang Mengalami Patah Kaki Saat Gempa Mulai Membaik

SIGLI |  Naziaton Hikmah (18), warga Desa Neuboh Badeuk, Kecamtan Tangse, Pidie, salah satu korban yang mengalami patah kaki kanannya akibat gempa berkekuatan 6.5 SR yang menggucang Aceh pada Selasa lalu, kini kondisinya sudah mulai membaik.

Perawat yang menangani pasien, Noranda, yang dijumpai Kompas.com, Sabtu (26/10/2013) sore mengatakan, Naziaton menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Pidie sejak hari pertama pasca-gempa.


“Kondisi pasien sekarang sudah banyak kemajuan setelah mejalani operasi, kakinya sudah dipasang gip sejak lima hari lalu, untuk menyatukan tulang yang patah dan retak, dan direncakan pasien hari Senin nanti akan dioperasi lagi untuk dipasang pen," jelas Noranda.


Menurut Noranda, kondisi kaki pasien kemungkinan bisa kembali normal, tetapi membutuhkan jangka waktu yang lama. “Kita usahakan semaksimal mungkin sehingga bisa normal kembali. Pengalaman kami sebelumnya ada kasus seperti ini, bisa normal," katanya.


Gadis Tangse merupakan anak ketiga dari pasangan Halimah dan Yusri. Saat terjadi gempa, Naziaton sedang mengendarai sepeda motor sambil membawa sekarung padi yang disimpan di belakang motor. Ia merasakan guncangan gempa yang kuat, sehingga  dia langsung berhenti di pinggir jalan.


“Saat saya berhenti, tiba-tiba jalannya langsung retak. Kaki sebelah kanan saya masuk ke aspal yang retak itu, saya terjatuh dan kaki patah karena terjepit aspal," kata Naziaton yang masih terbaring di Ruang Rawat Bedah RSUD Pidie.


Gadis Tangse ini berharap, setelah menjalani perewatan kondisi kaki sebelah kanannya bisa kembali normal seperti sebelumnya.(*)


sumber serambinews.com