Iklan

Jusuf Rizal Desak KPK Telusuri Dugaan Keterlibatan Sudi Silalahi dalam Proyek Hambalang

Laporan: Zulhidayat Siregar

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera menelusuri dugaan keterlibatan Mensesneg, Sudi Silalahi dan menantunya dalam berbagai kasus penyalahgunaan wewenang pada proyek Hambalang dan E-KTP seperti disampaikan mantan Bendahara Partai Demokrat (PD), M. Nazarudin.

"Jika memang Sudi Silalahi dan mantunya ikut terlibat dalam kasus mega korupsi itu, LIRA tentu ikut mendorong agar KPK bisa bertindak tanpa pandang bulu. Namun jika tidak ditemukan keterlibatan, segera diluruskan agar tidak menjadi fitnah," tegas Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), HM. Jusuf Rizal (Sabtu, 26/10).

Jusuf Rizal merupakan mantan Direktur Blora Center- Tim Relawan yang dibentuk bersama Sudi Silalahi pada tahun 2004 untuk membantu pemenangan pasangan SBY-JK. Sementara pada Pilpres 2009, Jusuf Rizal membentuk Presiden Center membantu pasangan SBY-Boediono. Meski menjadi tim sukses, Jusuf Rizal tidak menduduki jabatan apapun di pemerintahan.  Ia memilih di luar dan Sudi Silalahi menjadi Seskab sebelum menjadi Mensesneg.

Lebih jauh menurut Jusuf Rizal, apa pun yang disampaikan Nazarudin harus dapat dijadikan pintu masuk untuk menelusuri lebih jauh keterlibatan Sudi, apalagi dalam keterangan tersebut disinggung adanya aliran dana yang diterima mantunya.

"Sudi boleh saja melakukan bantahan. Tapi menurut saya, jika Nazarudin tidak memiliki data dan informasi yang akurat, buat apa Nazarudin harus membawa nama Sudi Silalahi. Tidak ada asap jika tidak ada api. Namun KPK tetap harus berpegangan pada azas praduga tidak bersalah," ungkap Jusuf Rizal.

Selama ini, LIRA memang memperoleh informasi dan rumor keterlibatan keluarga Sudi Silalahi dalam berbagai proyek di pemerintahan, baik keterlibatan menantu maupun putranya. Tapi baru sebatas informasi atau isu tanpa disertai bukti otentik.

"Jika memang Nazarudin bisa membuktikannya atau punya data dibeberkan saja agar semua jadi jelas. Dengan demikian tidak dijadikan komsumsi politik yang tidak jelas faktanya," papa Jusuf Rizal sambil membantah jika selama ini LIRA memperoleh bantuan dana dari Sudi Silalahi dan menyebutkan tidak ada sepeserpun. [zul]