Iklan

Jusuf Rizal: LIRA Organisasi Independen, bukan Sayap Demokrat

Laporan: Zulhidayat Siregar
Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) HM. Jusuf Rizal membenarkan organisasi yang ia pimpin mendukung Susilo Bambang Yudhoyono pada Pemilihan Presiden 2004 dan 2009.

"LIRA lahir dari embrio Blora Center-tim Relawan SBY pada Pilpres 2004-kemudian dilanjutkan 2009 melalui Presiden Center," tegas Jusuf Rizal dalam keterangan persnya (Sabtu, 26/10).

Namun, meski mendukung SBY, calon anggota DPD dari Provinsi DKI Jakarta ini membantah LIRA berafiliasi dengan partai politik, termasuk Partai Demokrat (PD).  LIRA adalah organisasi independen, non partisan.

"Pro pemerintah namun tetap kritis dalam menyikapi kinerja pemerintahan SBY. Jika kebijakan pemerintahan SBY bagus kita dukung. Jika tidak berpihak kepada kepentingan rakyat, kita kritisi," papar Jusuf Rizal, yang saat ini tengah berada di Thailand.

Jusuf Rizal mengungkapkan itu agar apa yang disampaikan bekas Presiden PKS Hidayat Nurwahid tidak menimbulkan penafsiran negatif. Karena anggota LIRA terdiri dari anggota dari banyak partai politik maupun golongan.

Ia meminta berbagai pihak tidak mengait-ngaitkan LIRA dengan partai politik manapun. "LIRA bekerja bukan buat partai atau seseorang, tapi bekerja untuk Merah Putih. LIRA memiliki komitmen dan program Indonesia Hebat 2030 untuk kemajuan bangsa," tegasnya.

Jusuf Rizal menambahkan, LIRA pernah meraih penghargaan dari Muri (Museum Rekor Indonesia) sebagai organisasi terbanyak cabangnya di Indonesia. Tak hanya itu, LIRA juga memiliki berbagai sayap organisasi. Antara lain, Jaring Mahasiswa Lira Indonesia (Mahali), Pemuda Lira, Perempuan Lira, Pemudi Lira, Lembaha Hukum dan Advokasi Lira (LHA), Himpunan Pengusaha Lira Indonesia (Hiplindo), Koperasi Lira Indonesia (Kolindo), Lira Hijau, Brigade Lira, Biro Intelijen dan Investigasi Lira (BIIL), Lira Care, Lira Kids Care, Lira Institute serta Media Lira : www.liranews.com.

Sebelumnya, Hidayat menanggapi soal Bunda Putri. Katanya, kedekatan antara Ketua Majelis Syuro PKS Hilmi Aminuddin dengan Bunda Putri urusan pribadi, tidak ada kaitannya dengan PKS secara organisasi. Malah informasi yang berkembang, ungkap Hidayat, Bunda Putri justru pimpinan organisasi masyarakat sayap dari partai Demokrat, LIRA.

Namun, untuk memperjelas siapa sebenarnya Bunda Putri, Hidayat mengusulkan KPK memeriksa wanita yang disebut-sebut terlibat dalam kasus kuota impor daging sapi tersebut. Termasuk menyarankan agar SBY merealisasikan janjinya mengungkap identitas Bunda Putri. [zul]