Iklan

MPU Aceh Gelar Kegiatan Lokakarya Ulama dan Umara Tentang Ekonomi Syariat

Banda Aceh | Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Drs. Tgk. H. Gazali Mohd. Syam, Kamis (24/10/13) membuka kegiatan Lokakarya Ulama dan Umara terhadap ekonomi syariat, bertempat di Aula Serba Guna MPU Aceh, Banda Aceh. Melalui Lokakarya Ulama dan Umara tersebut supaya dapat membangkitkan kembali kearifan lokal bidang ekonomi syariah.

Menurut Ketua MPU Aceh, Gazali Mohd. Syam, dalam sambutannya mengatakan, mengapa tema ini menjadi pilhan pihaknya yakni, tentang "Ekonomi Syariat". Menurutnya MPU Aceh memandang bahwa selama ini perhatian terhadap isu- isu ekonomi syariah kurang menjadi fokus pembicaraan.

"Padahal masalah muamalah merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan dari syariat Islam yang telah mendapat legitimasi yuridis dan sosiologi untuk diterapakan di Aceh," jelasnya.

Dia menambahkan ajaran islam mengajarkan agar umat memiliki kekuatan, baik secara fisik, mental, dan  ilmu pengetahuan teknologi serta kuat secara ekonomi. Seperti dalam sebuah Sabda Rasulullah SAW, " Bahwa mukmin yang kuat lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah". Kekuatan yang dimaksud Nabi Muhammad SAW memiliki makna yang luas seperti kuat secara fisik, politik, budaya, dan ilmu pengetahuan dan teknologi juga termasuk kuat secara ekonomi, tambahnya.

Kefakiran dan kemiskinan sangat dekat dengan kufur. maka tidak heran, banyak orang islam di Aceh belakangan ini yang sangat mudah terjebak dan terpengaruh dengan aliran sesat dan bahkan pemurtadan karena dibujuk dan di iming-imingi dengan kekayaan materi. fenomena hari ini menunjukkan, bahwa pola fikir masyarakat muslim seringkali cenderung beranggapan bahwa  menderita di dunia atau menjadi orang miskin akan memudahkan untuk masuk syurga sehingga akan terjadi salah dalam penafsiran seperti pemahaman tentang orang muslim  hanya berpikir untuk kehidupan akhirat semata.

Hal ini disebabkan karena pemahaman yang tidak utuh terhadap ajaran islam dan masih mengakarnya mental fatalis atau menyerah kepada nasib, sehingga mengakibatkan banyaknya potensi ekonomi yang terabaikan dan tidak termanfaatkan secara optimal. padahal islam telah memerintahkan agar keseimbangan antara urusan kehidupan dunia dan akhirat. tidak melupakan urusan dunia demi meraih akhirat semata, begitu juga sebaliknya tidak mementingkan dunia dengan melupakan kehidupan di akhirat.

Ketua MPU Aceh mengharapakan, melalui Lokakarya ulama-umara terdahap ekonomi syariat akan melahirkan kesepakatan antara ulama-umara guna mendorong  perkembangan perekonomian syariah dikalangan masyarakat Aceh.

Disamping itu diharapkan kegiatan ini juga mampu membangkitkan kembali kegiatan ekonomi kerakyatan yang berbasis kearifan lokal seperti, Gala, Mawah, Ngui, Utang dan nama lain yang sudah dikenal dalam masyarakat Aceh yang akhir-akhir ini dirasakan mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Dengan lokakarya ulama-umara ini diharapkan juga dapat memoles dan menghilangkan unsur riba jika ada dalam praktek kegiatan ekonomi kerakyatan berbasis kearifan lokal tersebut, sehingga akan lahirlah model-model ekonomi kerakyatan yang baru berbasiskan kearifan lokal yang syariat dan akan menjadi contoh yang perlu diikuti oleh umat sehingga berdampak dan mempunyai dimensi sosial dalam kegiatan perekonomian masyarakat, demikian pungkas Ketua MPU Aceh, Drs. Tgk. H. Gazali Mohd.Syam. |d77|