Iklan

Belum Mampu Kejar PAD, SKPK Di Aceh Timur Di Nilai Lambat

Idi - Aceh Timur | Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) di Lingkup Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur dinilai lambat karena belum mampu mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk tahun 2013 yang dikelola oleh masing-masing intansi itu.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Pendapatan pada Dinas Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPKKD) Aceh Timur, M.Faisal saat dikonfirmasi Wartawan, Senin (18/11/13) dikantornya.

"Bahwa pencapaian target PAD tahun 2013 sebagaimana telah ditetapkan kemungkinan tidak tercapai semaksimal mungkin seperti diketahui saat ada beberapa SKPK yang PAD nya sangat minim diperoleh yakni mulai Januari sudah dengan September 2013," ujar Faisal.

Dianya mencontohkan seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU) hanya 3,11 %  (Rp. 10.522), Diskoperindag 29,97 % (Rp.2916.750), Dinas Pertanian 0%, Dinas Kehutanan dan Perkebunan juga 0%, dan BKPP juga 0 %,  dan RSUD Idi hanya 0,26 % ( 27.852.176), serta Dinas Kesehatan hanya 8,22 % (Rp. 657 847 043).

Sementara SKPK yang sudah memperoleh angka PAD baik yaitu Rumah Sakit Rehab Medik Peureulak dengan 84,44 % (Rp.1.116.546.659), Dinas Kebersihan Lingkungan Hidup dan PMK mencapai 46,31 % (Rp. 37.976 500), KP2T capai 54,63 % (Rp. 215.796.500), Baitul Mal peroleh 57,44 % (Rp.2010 443 350), DPKKD capai 82,31 % (Rp.239 523 450), serta PPKD mencapai 80,68 % (Rp. 690. 190 354 583).

" Kelemahan tersebut adalah dalam beberapa tahun terakhir ini penetapan PAD Kabupaten Aceh Timur kemungkinan relatif tinggi, pada sisi lain juga tidak semua SKPK aktif untuk menagih retribusi ataupun pajak sebagai penghasil PAD," ungkap Faisal seraya mengatakan, untuk Kabupaten Aceh Timur yang belum berjalan adalah pajak Sarang Burung Walet dan pajak Air Tanah.

Dijelaskannya lagi, adapun untuk Biaya Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), restoran, pajak hiburan, reklame dan retribusi pengendalian menara telekomunikasi sudah mulai berjalan baik. " Sedangkan yang belum berjalan langkah akan diambil dengan melakukan sosialisasi terkait pajak maupun retribusi tersebut," tegas M. Faisal sembari menambahkan, pada prinsipnya langkah yang diambil berlaku sama, baik yang telah berjalan tetapi pendapatannya masih sangat rendah. |d77|
Powered by Telkomsel BlackBerry®