Iklan

Di Tembak OTK, Reje Ferdian Musampe Mahasiswa Gajah Putih Terkapar

Bireuen- Reje Ferdian Musampe (25) Mahasiswa Fisipol  Universitas Gajah Putih Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (29/11/13) ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) di kampusnya. Mahsiswa tersebut tewas ditempat setelah 9 butir peluru jenis Air Sofgun merobek beberapa bagian tubuh korban.

Menurut informasi dari sejumlah sumber, Reje Ferdian Musampe ditembak OTK di kampusnya ketika baru saja turun dari mobil dan tidak ada yang mengetahui saat korban dalam kondisi lemas dan terkapar serta belum jelas apa motif dibalik pembunuhan mahasiswa tersebut.


Korban ditembak OTK dengan 9 kali tembakan dengan senjata Soft Gun . Pelaku diduga telah mengikuti korban dengan membuntutinya dan sampai di pekarangan kampus, ketika korban keluar dari mobilnya, saat itu pula pelaku menghampiri dan menghujani korban dengan tembakan senjata Air soft gun. " Kami menduga korban sudah dibuntuti dari awal dan persisnya tiba di kampus pelaku menghampiri sekaligus menghujani korban dengan tembakan. " Ungkap sejumlah mahasiswa.

     
Sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Datu Beru Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, korban dievakuasi ke Puskesmas Pegasing. Dan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas Pegasing, dr. Danil Anwar Mulyadi, besama tenaga medis lainnya menemukan 9 bekas peluru yang melukai beberapa bagian tubuh korban. Korban mengalami luka tembak di kepala sebelah kiri 1 luka tembak, bahu tangan terdapat 2 luka, dada kiri 1 luka tembakan dengan jarak dan rapat pada bagian dada, sehingga peluru masih bersarang, kemudian pada paha sebelah kanan bagian belakang terdapat 5 luka tembakan dan juga menemui 1 proyektil peluru Air Soft Gun dilipatan celana korban. Setelah luka tembakan dibersihkan selanjutnya korban dilarikan ke RSUD Datu Beru Takengon untuk perawatan lebih lanjut. Sementara sejumlah masyarakat mensinyalir ada kaitan hubungan asmara antara pelaku penembakan dengan korban.   

   
Kapolres Aceh Tengah, AKBP. Artanto SIK, kepada wartawan menyebutkan, pihak aparat kepolisian sudah mengantongi ciri-ciri pelaku penembakan Reje Ferdian dan mereka berjumlah dua orang dengan mengendarai jenis sepmor Yamaha  Vixon dan saat ini dalam perburuan pihaknya," malam ini, dokter di rumah sakit melakukan operasi untuk mengambil peluru jenis air soft gun yang masih bersarang ditubuh korban," jelas Artanto seraya menyebutkan pihaknya belum mendapatkan keterangan dari keluarga korban, karena masih mengurus Reje Ferdian, yang masih berada di BLUD Datu Beru Takengon. 

    
Dia menambahkan, setelah selesai pelaksanaan operasi barulah pihaknya melakukan penyelidikan,  dan sekaligus menguji proyektil peluru di laboratarium  untuk mengetahui Air Soft Gun yang digunakan . (SA)