Iklan

Eksistensi Peran Ulama Dalam Pembangunan Daerah.

BANDA ACEH | Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh (MPU) baru- baru ini, Minggu, 10 November 2013, bertempat di Gedung Serbaguna Hotel Nusa Indah, Blang Kejeren, Kabupaten Gayo Lues mengadakan acara sosialisasi peran ulama dalam pembangunan. 

Adapun tema yang diangkat adalah, "Melalui Koordinasi Ulama Umara, Kita Optimalkan Peranan Ulama Dalam Pembangunan Daerah".
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Faisal Ali yang juga sering disapa dengan Lem Faisal.

Peran ulama dalam pembangunan daerah, khususnya pembangunan mental spiritual yang harus dijalankan oleh umat Islam. Sehingga bangunan moral yang berlandaskan agama islam dapat terjaga dan terpelihara dengan baik, bangunan ini tidak tergerus oleh pendangkalan aqidah yang dilakukan oleh sekelompok orang tertentu, ujar Tgk Faisal dalam khutbah iftitah nya.

Lebih lanjut dianya mengatakan, ada beberapa hal yang sangat mengkhawatirkan dalam pembangunan keagamaan, seperti adanya upaya pemurtadan, pendangkalan aqidah dan penyebaran aliran sesat." Kita tentu harus bekerja keras dan bekerjasama dengan melibatkan komponen masyarakat untuk mengawasi, membentengi dan membimbing umat Islam di Aceh,"jelasnya.

Hal tersebut dapat dimulai dari pembangunan aqidah keluarga, generasi muda dan masyarakat kita dari ancaman dan pengaruh serta aksi pendangkalan aqidah, pemurtadan, penyebaran aliran sesat dan aliran sempalan di Provinsi Aceh.

Kepala Sekretariat MPU Aceh, Saifuddin Puteh, SE,MM, kepada wartawan, Rabu, 13 Novomber 2013 melalui pers realeasnya mengatakan, kegiatan eksistensi peran ulama bukan hanya sebagai sarana silaturrahmi, koordinasi dan konsolidasi antara ulama dan umara dalam menjawab tantangan zaman yang semakin berat dimasa yang akan datang, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengoptimalkan peran ulama dalam pembangunan daerah untuk menjawab segala permasalahan baik di tingkat Provinsi maupun di tingkat Kabupaten khususnya Kabupaten Gayo Lues, imbuh Saifuddin.

Saifuddin Puteh juga menambahkan, acara ini dihadiri 40 orang peserta yang tediri dari tokoh Masyarakat, Ormas, Aparatur Pemerintah, tokoh Agama, MPU Kabupaten, dan tokoh Perempuan. 

Bentuk kegiatan yaitu penyampaian makalah oleh nara sumber dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang dipandu Tabrani, SH.
Adapun Nara sumber pada kegiatan ini yaitu Tgk. H. Faisal Ali Wakil Ketua MPU Aceh dengan judul "Peran Ulama dalam Pembangunan Daerah" dan Tgk. Jemarin, S. PdI anggota DPR Aceh dengan judul "Peranan Ulama Umara dalam Politik Islam," demikian Pungkas Saifuddin.

Seperti diketahui sebelumnya pada, Kamis 7 November 2013, MPU Aceh juga mengadakan bimbingan dan penyuluhan hukum islam di Kota Subussalam, Kabupaten Aceh Singkil yang dihadiri peserta sekitar delapan puluh orang yang terdiri dari unsur tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan lain-lain. |d77|


Powered by Telkomsel BlackBerry®