Iklan

Erupsi Sinabung Sebabkan Sayuran di Aceh

Banda Aceh- Erupsi Gunung Sinabung di Medan tidak hanya berdampak mahalnya harga sayur mayur seperti cabai merah di Aceh. Akan tetapi juga ikut meroket harga buah-buahan yang dipasok dari Medan mencapai 50 persen.

Kondisi ini membuat sejumlah pedagang buah-buahan di Aceh mengeluh. Karena harga jual mahal, pembeli pun sepi.

Hasil pantauan merdeka.com di Pasar Aceh, Rabu (20/11) Banda Aceh dan ke sejumlah tempat penjual buah-buahan di Banda Aceh, harga buah yang mengalami kenaikan harga berupa jeruk, salak dan sejumlah buah-buahan lainnya yang dipasok dari Medan.

Menurut keterangan salah seorang penjual buah di Aceh, Nasrul, kenaikan harga ini disebabkan pasokan buah-buahan dari Medan tidak stabil. Hal ini akibat terjadi erupsi Gunung Sinabung.

"Buah-buahan yang dipasok dari Medan semua naik harganya mencapai 50 persen," ujarnya.

Dijelaskannya, harga jeruk harga jual saat ini Rp 25.000 dari Rp 15.000 per kilogram. Sedangkan buah pir naik menjadi Rp 30.000 dari harga sebelumnya Rp 25.000 per kilogram. Dan apel naik menjadi Rp 45.000 dari harga sebelumnya Rp 25.000.

Kata Nasrul, akibat lonjakan harga buah-buahan, pendapatan mereka menurun drastis. "Saya meminta Pemerintah Aceh bisa menstabilkan harganya, kalau berlangsung lama, kami bisa bangkrut," tukasnya.

Hal senada juga diakui penjual buah-buahan lainnya. Bahagia yang berjualan di Peunayong khawatir ia harus gulung tikar bila ini berlangsung lama. Karena, ia penjual buah-buahan dengan modal yang terbatas. "Omzet saya sekarang turun sampai 25 persen perhari," jelas Bahagia.

Bahagia mengaku belum bisa memastikan kapan harga buah-buahan bisa stabil kembali. Oleh sebab itu, Bahagia berharap pada Pemerintah bisa segera turun tangan untuk menstabilkan harga. (Merdeka)