Iklan

Jihad Melawan Narkoba

Tgk. H. Iqbal Hanafiah, MA.
Jihad Melawan Narkoba
Oleh: Tgk. H. Iqbal Hanafiah, MA.
Sekjen Rabithah Santri Se-Aceh (RASSA) dan Wakil Ketua DPC PPWI Kabupaten Aceh Timur.

Aceh Timur- OPINI- Ditinjau dari banyak hal, narkoba memiliki efek negatif yang sangat mengerikan. Narkoba telah menelan banyak korban jiwa. Angka kejahatan selalu meningkat. Trilyunan rupiah lenyap hanya untuk sesuatu yang mengandung maksiat, sangat merugikan dan sia-sia.

Apa sesungguhnya narkoba itu?. Narkoba adalah narkotika dan obat-obatan berbahaya. Narkotika berasal dari bahasa Inggris “narcotics” yang artinya obat bius. Narkotika adalah bahan yang berasal dari 3 jenis tanaman papaper somniferum (candu), erithroxyion coca (kokain), dan cannabis sativa (ganja) baik murni maupun campuran. 


Cara kerjanya membuat kita tidak merasakan apa-apa bahkan bila bagian tubuh kita disakiti sekalipun. Menurut Undang-Undang Narkotika nomor 22 tahun 1997 narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis ysng dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Lantas bagaimana pula narkoba menurut Islam? Narkoba adalah sesuatu yang memabukkan dengan beragam jenis yaitu heroin atau putaw, ganja atau marijuana, kokain dan jenis psikotropika; ekstasi, methamphetamine/sabu-sabu dan obat-obat penenang; pil koplo, BK, nipam dsb. Sesuatu yang memabukkan dalam Al-Qur’an disebut khamr, artinya sesuatu yang dapat menghilangkan akal. Meski bentuknya berbeda namun cara kerja khamr dan narkoba sama saja. Keduanya memabukkan, merusak fungsi akal manusia..



Dalam sejarahnya, Islam melarang khamr/narkoba secara bertahap.

Pertama memberi informasi, narkoba memang bermanfaat tetapi bahayanya lebih besar. Fiman Allah; “Mereka bertanya kepadamu tentang khamr dan judi. Katakanlah pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar dari manfaatnya. (QS:Al Baqarah:219).

Kedua, penekanan soal narkoba yang bisa menyebabkan seseorang kehilangan keseimbangan emosi dan pikiran. Allah melarang seseorang shalat dalam keadaan mabuk. Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat sedang kamu dalam keadaan mabuk sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan”. (QS. An-Nisa.:43).

Ketiga, penegasan, narkoba sesuatu yang menjijikkan, bagian dari kebiasaan setan yang haram dikonsumsi. Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi, (berkurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji, termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS.Al-Ma’idah :90).

Jelaslah, bagaimana sikap anti Islam terhadap  narkoba. Islam menjadikan narkoba sebagai zat yang haram dikonsumsi., dan dengan jelas dan tegas Islam telah mengatur bentuk-bentuk hukuman untuk setiap pelanggaran atas larangan Allah. Penegakan hukum sesuai syariat menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk mencegah kejahatan narkoba agar tidak semakin meluas dan meresahkan masyarakat. Kita jadikan upaya kita untuk memerangi narkoba sebagai bentuk jihad kita guna menyelamatkan diri dan keluarga kita beserta segenap anak bangsa dari bahaya narkoba.