Iklan

Kawanan Perampok Gasak Toke Lembu, Uang Tunai 224 Juta Raib



NURUSSALAM- ACEH TIMUR | Kawanan perampok yang mengunakan senpi jenis pistol mengasak pedagang ternak lembu asal Kabupaten Sigli di lintasan Jalan Negara Banda Aceh- Medan, persisnya di kawasan Blang Bugeng Kecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur, Kamis 14 November 2013 sekira pukul 2: 30 dini hari. Gerombolan perampok tersebut mengenderai mobil Toyota Avanza warna hitam sementara pedagang ternak asal Sigli itu mengunakan Mobil Colt Diesel bernopol BL. 8816 PZ.

Sementara akibat insiden itu, uang tunai sebanyak Rp 224 juta, milik  Toke Sarong (45) warga Desa Suyoh Kecamatan Padang Tiji Kabupaten Pidie raib diboyong perampok. Sementara mobil Colt Diesel milik korban beserta satu ekor kerbau betina didalamnya ditinggalkan begitu saja dipinggir jalan Negara Banda Aceh- Medan dikawasan kebun sawit Desa Teupin Pukat Bagok Kecamatan Nurussalam Aceh Timur, lebih kurang 5 Km dari titik awal kejadian.

Menurut informasi yang diperoleh wartawan menyebutkan, Toke Sarong bersama sopir duanya,Khairul Umri (23) warga Desa Paloh Kecamatan  Padang Tiji Kabupaten Pidie, dengan mengunakan mobil Colt miliknya berangkat dari Padang Tiji pada, Rabu (13/11/13) sekira pukul 22:00 WIB, sesampai di daerah Panton Labu Aceh Utara, truk colt diesel disopiri Khairul Umri, karena toke Sarong dalam keadaan mengantuk, namun sesampai di kawasan Blang Bugeng Bagok," tiba-tiba satu unit mobil Avanza warna hitam langsung menyelip kedepan dan berhenti didepan mobil kami sembari  meminta kami berhenti," kisah Khairul Umri.

Katanya, setelah mobil berhenti sedikitnya 5 orang kawanan rampok tersebut dengan menodongkan pistol meminta keduanya turun dari mobil, " begitu kami turun dengan todongan pistol, lalu tangan saya diikat plaster hitam beserta mulut dan muka juga ikut diplaster, kemudian saya dimasukkan ke mobil Avanza," kata Khairul Umri.

"Kemudian kami berdua oleh kawanan perampok dibawa ke daerah pedalaman, jalan lintas Alue Ie Mirah- Kuta Binje Aceh Timur, dalam perjalanan saya melihat ada jembatan sedang diperbaiki. Dalam kondisi tangan terikat dan mata ditutup plaster hitam kemudian kami dicampakkan di pinggir jalan, karena kaki kami tidak terikat lalu kami berdua mencoba jalan dan secara pelan-pelan membuka plaster ditangan dan dimuka kami, lalu kami mencari RBT dan melaporkan peristiwa yang menimpa kami ke Mapolsek Bagok, " jelas Toke Sarong.
 
Dikatakanya uang tunai miliknya sebanyak Rp 200 juta untuk membayar lembu di Binjei Medan Sumatera Utara disimpan di bawah Dashboard mobilnya, sementa Rp 24, 7 juta lagi di dalam plastik bersamanya, semua uang tunai miliknya berhasil digondol kawanan perampok, " sudah 6 tahun saya bolak balik Medan –Sigli jual beli lembu belum pernah kejadian seperti ini," ujar Toke Sarong.

Setelah Toke Sarong dan Sopir duanya melapor ke Mapolsek Nurussalam sekira pukul 7:00 pagi, kemudian personil Polisi Mapolsek Nurussalam menginformasikan ke Mapolres Aceh Timur, kemudian dilanjutkan ke seluruh Mapolsek diwilayah hukum Mapolres Aceh Timur dengan menyebutkan ciri-ciri mobil Colt milik Toke Sarong, berkat informasi tersebut, lalu pada pukul 9:00 WIB, mobilcolt ditemukan tepatnya dikawasan kebun sawit Desa Teupin Pukat  melihat ada sebuah mobil Colt terparkir di pinggir jalan negara.

Begitu personil Polisi Mapolres Aceh Timur dan Mapolsek Bagok terjun kelokasi bersama Toke Sarong, tenyata mobil tersebut benar milik Toke Sarong, saat diperiksa ternyata uang tunai Rp 200 juta telah raib di Dashboard Mobil.

Kapolres Aceh Timur, AKBP Muhajir, Sik melalui Kapolsek Bagok Iptu Rajidun kepada Wartawan  membenarkan pihaknya ada menerima laporan dari korban perampokan, " setelah mobil ditemukan, kemudian Tim Identifikasi dari Mapolres Aceh Timur melakukan olah TKP, serta melakukan pengembangan lebih lanjut. " Mobil Colt Diesel telah kita amankan, sementara kedua korban kita ambil keterangan untuk proses lebih lanjut, " Pungkas Kapolsek Bagok. |d77|