Iklan

LIRA Jatim Protes Keras Konsulat Jenderal AS Di Surabaya

SURABAYA – Kasus perlakuan arogan yang dialami Bambang Hadi Saputro alias Assraf dari sekuriti internal Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) di jalanan umum di depan kantor Konjen AS di Jalan Citra Raya Niaga No 2, Surabaya, Rabu (13/11/2013), kemarin berbuntut panjang.

LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jatim, Kamis (14/11/2013) memprotes keras tindakan itu karena Assraf tercatat sebagai anggota LSM DPW LIRA Jatim.

Protes keras langsung dilayangkan Gubernur DPW LIRA Jatim, Irham Maulidy, yang menilai tindakan Konjen AS itu memalukan karena terjadi di sebuah negara berdaulat di Indonesia.@rizal
Inilah surat protes LSM LIRA Jatim ke pihak Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya./*jurnal3

Inilah surat protes LSM LIRA Jatim ke pihak Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya./*jurnal3

Berikut isi lengkap surat protes keras LIRA Jatim  ke Konjen AS di Surabaya:

Nomer : 11.08 /A.1/L.1/LIRA/JATIM/XI/2013
Lamp : 1 (satu) berkas
Perihal : SURAT PROTES KERAS

Kepada yang terhormat,
PIMPINAN KONSULAT JENDERAL
AMERIKA SERIKAT (AS) SURABAYA
Di –
S u r a b a y a

Salam Sejahtera,
Sehubungan dengan terjadinya insiden yang terjadi di Jl. Citra Niaga No. 02 Surabaya, tepatnya di area Konsulat Jenderal Amerika Serikat, (±300m) pada pukul 12.00 WIB. Hari Rabu (13/11/2013). Yaitu telah diperiksanya Sdr. Bambang “Asraf” Hadi Saputra oleh Security dan Anggota Brimob Polda Jatim dengan AROGAN yaitu diperlakukan seperti pelaku tindak pidana kejahatan. Dengan kronologis sebagai berikut :
1. Bahwa sekitar jam 11.30 Sdr. BHS (Bambang Hadi Saputra “Assraf’) hendak menuju kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) di Jl. Taman Puspa Raya Blok D No. 10 Sambikerep Surabaya dan melewati jl. Citra Niaga.
2. Bahwa saat skitar 300m sebelum melintasi kantor konsulat jenderal AS tersebut Sdr. BHS berhenti karena menerima telepon dari istrinya, maka seketika itu sdr.BHS menghentikan laju speda motornya dan berhenti dipinggir jalan.
3. Bahwa saat dia akan kembali melanjutkan perjalanannya tiba-tiba dihentikan oleh oknum Sekurity dan seorang anggota Brimob Polda Jatim (bernama TION). Mereka langsung memeriksa dan menanyakan identitas, di potret, foto Nopol kendaraan, dan KTP yang bersangkutan.dan minta STNK dan SIM.
4. Bahwa saat dilakukan interogasi dengan sewenang-wenang dan arogan, pihak sekurity meminta SIM dan STNK padahal seorang sekurity tidak berhak meminta surat-surat kendaraan bermotor.
5. Bahwa saat interogasi tersebut, pihak sekurity menanyakan dimana tempat Sdr.BHS bekerja dan nomor telpon kantornya.
Berdasarkan kronologis diatas, maka kami selaku organisasi yang selama ini tempat sdr.BHS beraktifitas dan menjadi PENGURUS, mengajukan PROTES KERAS dan KEBERATAN DENGAN SIKAP yang DILAKUKAN OLEH OKNUM SEKURITY dan APARAT BRIMOB POLDA JATIM TERSEBUT.

Karena kita adalah BANGSA dan NEGARA YANG MERDEKA DAN BERDAULAT. Hal ini sangat memalukan apalagi terjadi di negeri INDONESIA yang sangat kita cintai ini.
Dengan ini kami MENDESAK KEPADA :

1. PIHAK KONJEN AMERIKA SERIKAT di SURABAYA agar MEMINTA MAAF KEPADA MASYARAKAT INDONESIA melalui MEDIA MASSA (CETAK DAN ELEKTRONIK) Selama 3 hari berturut-turut.
2. KEPADA KEMENLU RI MENDESAK untuk memberikan NOTA PROTES terhadap kejadian tersebut.
3. KEPADA POLDA JATIM agar MEMBERIKAN PERINGATAN KERAS Terhadap Oknum Anggota BRIMOB yang turut serta melakukan tindakan sewenang-wenang terhadap Warga Negara Indonesia.
Demikian Surat ini, untuk di indahkan dan adanya klarifikasi atas kejadian tersebut.
Surabaya, 14 November 2013

Gubernur LIRA Jatim                                            Sekda LIRA Jatim



IRHAM MAULIDY,                                               HR Mohammad HAFI

Tembusan :
1. Presiden RI di – Jakarta
2. Kementrian Luar Negeri RI di- Jakarta
3. Duta Besar AS untuk RI di- Jakarta
4. Presiden DPP LIRA di-Jakarta
5. Gubernur Jawa Timur di- Surabaya
6. PANGDAM V BRAWIJAYA di-Surabaya
7. KAPOLDA JATIM di – Surabaya
8. KAPOLRESTABES SURABAYA di-Surabaya
9. Arsip