Iklan

LSM SIPAT Desak Pemkab Atim Lebih Serius Tangani Persoalan Tapal Batas Julok- Nurussalam

Ketua Umum LSM SIPAT, Zulfadli Idris
Idi- Aceh Timur | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui Dinas terkait dinilai tidak serius dalam menyelesaikan atau menangani permasalahan terkait tapal batas antara Kecamatan Julok dengan Kecamatan Nurussalam. 

Terkait persoalan tersebut Zulfadli Idris Ketua Umum Lembaga Serikat Petani Aceh Timur (SIPAT)  merasa prihatin terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang terkesan kurang serius menanggapi desakan dari masyarakat dan juga dari beberapa LSM untuk segera bisa menyelesaian permasalahan sengketa tapal batas Julok-Nurussalam yang dapat melahirkan konflik horizontal berkepanjangan di dua daerah perbatasan tersebut.

" Dalam hal ini turut kita mempertanyakan sikap Camat Julok dan Camat Nurussalam yang masih diam seribu bahasa dan tidak segera berupaya mencari solusi terhadap penyelesaian sengketa tapal batas yang akan menjadi bom waktu dikemudian hari kelak." Ujar Zulfadli, kepada Wartawan, Rabu, 20 November 2013.

Zulfadli melalui Lembaga yang dipimpinnya itu mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur agar lebih serius dalam menangani permasalahan tapal batas Julok-Nurussalam tersebut." Sudah saatnya Pemerintah menunjukkan kepeduliannya secara nyata kepada masyarakat," tutur Zulfadli.

Dia menambahkan, Kabupaten Aceh Timur adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Aceh yang memiliki banyak permasalahan tentang tapal batas, baik antara gampong dengan gampong, kecamatan dengan kecamatan dan juga antara Kabupaten Aceh Timur dengan kabupaten tetangga.

Untuk mempercepat penyelesaian secara tuntas tentang sengketa tapal batas Julok dengan Nurussalam, Lembaga SIPAT tidak hanya sebatas mendampingi kedua belah pihak yang bersengketa, namun turut melakukan investigasi ke semua instansi terkait, termasuk pihak perusahaan perkebunan sawit yang berada dalam areal sengketa tersebut, yakni PT. Tanjung Raya Bendahara.

"Lembaga SIPAT melihat bahwa banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang muncul di areal sengketa yang selama ini diributkan oleh warga masyarakat Gampong Teupin Raya, Julok dengan warga masyarakat Gampong Seuneubok Rambong, Nurussalam " demikian pungkas Zulfadli. |d77|