Iklan

Menpora Miris dengan Kualitas Pemberitaan Tempo

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahrga (Menpora)  KRMT Roy Suryo mengaku miris dan prihatin dengan kualitas pemberitaan yang dihasilkan situs Tempo.co karena tak sesuai dengan kaidah-kaidah jurnalistik yang ada.

"Saya pada 4 November lalu sudah melayangkan somasi ke Tempo.co terkait pemberitaan tanggal 1 November 2013 yang memberitakan saya marah-marah di pesawat Garuda Indonesia tujuan Yogyakarta-Jakarta pada 20 Oktober 2013. Dari balasan somasi yang saya terima, saya tertawa dan merasa kasihan dengan cara kerja awak redaksi di Tempo.co," ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/11).

Diungkapkannya, dalam jawaban somasi yang dikirimkan Tempo pada 7 November 2013 mencerminkan tidak dipenuhinya kiadah dasar penulisan jurnalistik yang harus ada unsur 5W+1H.

"Dalam jawaban somasi dinyatakan pemberitaan itu memiliki nilai berita. Tetapi dalam penjelasannya disebutkan sumber berasal dari berita mulut ke mulut. Saya coba lacak perbincangan social media sejak 20 Oktober hingga tanggal berita keluar itu tak ada yang bahas masalah ini. Baru ramai setelah Tempo.co memberitakan. Ini membuktikan peristiwa saya marah-marah itu tidak ada," gusarnya.

Hal lain yang disorotnya adalah masalah hak jawab yang diberikan Tempo.co kepada dirinya dimana hanya sepenggal dari penjelasan panjang yang dimuat.

"Berita tentang saya marah itu ditempo.co di-running beberapa kali dengan judul berbeda-beda, hak jawab juga keluar hanya sepenggal. Klarifikasi dari ajudan saya tidak dimuat utuh, padahal itu bagian penting, karena ajudan saya lah yang melakukan interaksi dengan awak kabin garuda yang dalam pemberitaan tempo.co tersebut diinterpretasikan sebagai sebuah insiden, sedang saya tidak terlibat langsung dalam peristiwa itu. Ini bagaimana cara kerjanya redaksi yang harusnya menjunjung cover both side," kesalnya.

Roy juga merasakan adanya kejanggalan lain pada berita yang ditulis oleh Tempo.co tersebut, seolah ada motif tersembunyi.

"Namun menteri yang politisi Partai Demokrat itu enggan merinci lebih jauh. "Saya punya bukti, ada pihak internal Tempo.co sendiri yang menilai bahwa pemberitaan tersebut tendensius", katanya.

Melihat hal yang terjadi kepada dirinya, Roy mengajak media-media di Indonesia untuk bisa membantu Tempo.co meningkatkan kualitas pemberitaan, sementara dirinya memilih untuk tidak memperpanjang masalah tersebut dan berkonsetrasi menjalankan tugas sebagai Menpora.

"Saya sekarang hanya bisa  tertawa melihat kondisi yang parah disana. Tidak ada gunanya ini diteruskan, lebih baik saya konsentrasi menjalankan tugas Menpora. Cuma saya sayangkan, produksi jurnalistik itu harusnya berkontribusi positif bagi bangsa dan negara, bukan malah menganggu kerja orang yang tengah mengabdi kepada negara ini," pungkasnya.

Seperti diketahui, Roy pada awal November lalu bersitegang dengan Tempo.co karena diberitakan membuat gaduh di pesawat Garuda tujuan Yogyakarta-Jakarta pada 20 Oktober lalu. Disebut-sebut Roy marah-marah karena enam tas yang dibawanya bersama rombongan tak bisa masuk kompartemen. Roy pun melayangkan somasi pada 4 November lalu atas pemberitaan tersebut."