Iklan

Sumur Minyak Ilegal Yang Dibor Masyarakat Meledak, 13 Orang Luka-luka

Ranto Peureulak- Aceh Timur| Sumur minyak ilegal yang dibor secara manual oleh warga setempat, di Desa Mata i, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Kamis (14/11/13) malam, sekira pukul 21.30 Wib meledak.
Akibat kebakaran sumur minyak ilegal itu dua belas orang korban luka bakar dan diantaranya termasuk anak-anak dengan kondisi sangat mengenaskan terpaksa dilarikan ke RSUD Idi, Kabupaten Aceh Timur.

Namun berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan dari masyarakat setempat yang mana pemilik sumur minyak tersebut berinisial Sdn (30) warga Desa Mata i, Kecamatan Ranto Peureulak, Smn (32) merupakan warga Desa yang sama dan bekerja sama dengan Pengusaha Tanjung Pura, Propinsi Sumatra Utara.

Adapun kronologisnya ketika pemilik sumur melakukan Pengeboran minyak ilegal itu sehingga menemukan sumur minyak mentah sampai menyembur keatas namun masyarakat setempat berebut untuk menampungnya. 

Kemudian pengusaha yang berasal dari Sumatra Utara itu berusaha menyedot dengan menghidupkan mesin Pompa untuk disedot dari sumur ke mobil colt diesel yg berisikan drum minyak.

Lantas busi mesin Mobil tersebut yang dikemudikan Hendrik, warga Kuala Simpang Aceh Tamiang itu terkena semburan minyak mentah sehingga meledak dan menimbulkan kebakaran besar sehingga percikan minyak panas mengenai masyarakat yang sedang berebut menampung minyak mentah itu. Sehingga lebih kurang 13 orang warga setempat mengalami luka bakar.

Kemudian sekitar pukul 23.00 Wib, petugas pemadam kebakaran berhasil memadamkan api disumur tersebut walaupun di sumur mentah itu masih mengeluarkan minyak mentah setinggi dua meter.

Kapolres Aceh Timur, AKBP, Muhajir, SIK, MH, melalui blackberry massengernya kepada wartawan mengatakan, kebakaran sumur minyak yg ditambang oleh masyarakat secara ilegal ini agar dapat menjadi pelajaran bagi masyarakat sendiri akan bahayanya dan semoga dari peristiwa tersebut masyarakat harus sadar.

"Pasalnya pihak kita dan Dinas Perindustrian jauh-jauh hari telah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan pengeboran minyak namun itu semua tidak digubris dengan alasan mata pencaharian mereka,"demikian ujar Kapolres Muhajir.|d77|

Powered by Telkomsel BlackBerry®