Iklan

Tidak Bisa Mensejahterakan Masyarakat, Walikota Langsa Diminta Mundur

Ratusan Massa Saat Menggelar Aksi Demo di Kantor Walikota Langsa.

Langsa | Ratusan masyarakat Kota Langsa yang tergabung dalam Forum Rakyat Langsa Untuk Keadilan (FRUK) melakukan aksi demo di kantor Walikota Langsa. Dalam aksinya tersebut masa meminta Walikota Langsa, Usman Abdullah,SE dan Wakil Walikota Langsa, Drs.Marzuki Hamid mundur dari jabatannya, karena dianggap selama ini tidak bisa mensejahterakan masyarakat.

Pantauan Global Aceh, Kamis (28/11), sebelum menuju ke kantor Walikota Langsa terlebih dahulu masa berkumpul di lapangan merdeka langsa, dan kemudian dengan menggunakan kendaraan roda empat dan dua sambil membawa spanduk yang bertuliskan " Usman Abdullah mundur sekarang dari Walikota Langsa dan mana lapangan pekerjaan untuk masyarakat Kota Langsa," masa menuju kantor Walikota Langsa dengan mendapat pengawalan dari aparat kepolisian Polres Langsa.

Setibanya di kantor Walikota Langsa sekitar pukul. 10.30 WIB, koordinator aksi, Haprizal Rozi,S.Sos, langsung melakukan orasi, dalam orasinya ia menegaskan bahwa kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Langsa dianggap gagal, karena sejak Kota Langsa dipimpin oleh Usman Abdullah dan Marzuki Hamid semakin banyak persoalan yang dihadapi masyarakat," Kami masyarakat Kota Langsa hanya butuh beras, lapangan pekerjaan, butuh kesejahteraan dan kenyamanan,"teriak Haprizal Rozi.

Ditegaskannya lagi, bahwa selama ini Walikota Langsa hanya membangun pencitraan saja yakni dengan memasang baliho yang bergambar dirinya di setiap sudut Kota Langsa, tapi kesejahteraan masyarakat tidak dipedulikan. Padahal, alangkah bagusnya dana pemasangan baliho-baliho itu diberikan kepada masyarakat maka akan lebih bermanfaat. Dan, sejak Usman Abdullah memimpin Kota Langsa banyak kebijakan-kebijakan yang menghambur-hamburkan uang rakyat saja tanpa diperuntuhkan bagi kepentingan masyarakat yang lebih membutuhkannya.

"Kami menilai Usman Abdullah gagal memimpin Kota Langsa, karena masih banyak terjadi pungutan-pungutan liar di sejumlah SKPD seperti RSUD Langsa, kantor kependudukan dan catatan sipil, dimana masyarakat harus mengeluarkan uang hingga ratusan rupiah jika ingin membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK)," teriak Haprizal Rozi lagi.

Pada kesempatan tersebut, salah seorang penyandang cacat tuna netral, menyatakan bahwa kebijakan Walikota Langsa yang menertibkan penyandang cacat tuna netra melalui Satpol PP adalah kebijakan yang tidak manusiawi, pasalnya kami tuna netra di tangkap oleh Satpol PP tapi tidak di berikan tempat dan lapangan pekerjaan yg layak, dan jika begini terus maka kami bisa mati kelaparan.

Sementara itu, koordinator lapangan, Roby Rubianto yang juga Ketua Forum Komunikasi Honorer Tahun 2005 (FKH05), menilai bahwa Walikota Langsa tidak arif dan bijaksana, hal ini dapat dilihat dengan dilakukannya pemecatan sepihak oleh Walikota Langsa terhadap sejumlah tenaga honor, hanya karena menuntut janji dengan cara berdemo beberapa waktu lalu. Menurutnya, jika ingin memecat tenaga kontrak jangan hanya sebahagian tapi semuanya, dan yang dipecat adalah orang-orang yang dianggap menentang kebijakan Walikota Langsa yang dianggap salah." Walikota Langsa tidak adil dalam menyikapi persoalan yang dihadapi FKH05,"jelasnya.

Kemudian, selang beberapa jam kemudian, Sekda Kota Langsa, Muhammad Syahril menjumpai masa, dihadapan ratusan masa, Sekda menyatakan bahwa apa yang menjadi tuntutan pendemo akan disampaikan kepada Walikota Langsa. Dan, terkait lapangan pekerjaan, ia mengakui bahwa tidak mungkin semua lapangan kerja di bangun oleh Pemko Langsa, karenanya, sudah beberapa investor yang datang ke Kota Langsa untuk menanamkan modalnya, akan tetapi entah apa sebabnya investor tersebut tidak jadi berinvestasi di daerah ini. Padahal, terkait keamanan sudah kita jamin dan segala persyaratan akan kita permudah.

Sementara itu, masalah kesejahteraan memang sangat terbatas, karena industri kita sudah tidak ada lagi, namunpun demikian Walikota Langsa terus berusaha dan berupaya agar bisa membuka lapangan pekerjaan di Kota Langsa," Kami dalam bekerja tidak lagi berjalan tapi berlari, artinya kami terus berupaya untuk menjmeput investor agar mau membuka usahanya di Kota Langsa," kata Sekda.

Setelah mendapat penjelasan dari Sekda Kota Langsa, akhirnya sekitar pukul 12.45 WIB, ratusan masa membubarkan diri dan kembali ke rumahnya masing-masing dengan tertib.(D2K)



Powered by Telkomsel BlackBerry®