Iklan

Ulama Aceh Abu Paya Pasi Isi Tabliq Akbar Di Malaysia

MALAYSIA -  Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Huda Julok, Kabupaten Aceh Timur, Tgk. H. M. Ali atau Abu Paya Pasi memenuhi undangan masyarakat Aceh di Malaysia, Senin (25/11) malam.
Kedatangan salah seorang Ulama kharismatik Aceh itu ke negeri jiran Malaysia dalam rangka mengisi Tabliq Akbar yang digelar di Paya Jaras, Sungai Buloh, Selangor, Malaysia.
"Abu Paya Pasi sudah lama diidamkan rakyat Malaysia khususnya yang berdomisili di Sungai Buloh. Alhamdulillah akhirnya ulama Aceh ini tiba di Malaysia dengan penyambutan hangat dari masyarakat Aceh khususnya yang bekerja dan menetap di Malaysia," kata Izhar, salah satu Jamaah Tabliq Akbar melalui pers singkat Blackberry Mesegger (BBM) yang diterima Wartawan, Selasa (26/11).
Selama lebih kurang 1 jam lebih itu, Abu Paya Pasi mengajak umat Islam di dunia untuk menjauhkan berbagai sifat dan perilaku tercela sebagaimana yang dilarang Islam.
Target seseorang untuk mencapai tingkat ketaqwaan dirasa tidak sulit digapai ketika seorang muslim mampu memposisikan diri sebagai hamba Allah SWT yang hakiki. "Jadilah hamba Allah yang hakiki dan tidak pernah mendustakan agama Islam sebagai agama yang suci disisiNya," kata Abu Paya Pasi.
Beliau juga menjelaskan, kewajiban seorang muslim tidak dibolehkan ditinggalkan tanpa alasan atau keozoran yang dibenarkan Islam, baik itu shalat, puasa ataupun ibadah jumat. "Hal itu dinilai paling mutlak dan harus dilaksanakan tepat waktu sesuai tuntunan. Menjadikan hamba Allah terkadang sulit ketika seorang muslim tidak mengenal dirinya. Tapi disaat seorang hamba Allah itu mengenal dirinya, siapa diri kita dan apa tugas kita sebagai khalifah serta kemana tujuan kita?. Jika ini kita pahami, maka tidak ada yang menberatkan kita untuk menjadikan kita sebagai hambaNya," sebut Abu Paya Pasi.
Zaki Marwazi melalui selulernya menyebutkan, tabliq akbar di Malaysia digelar dalam rangka memperkuat ukhwah islamiah antar sesama umat Islam, baik umat Islam asal Aceh yang sudah lama berdomisili di Malaysia ataupun umat Islam yang merupakan penduduk tetap dan warga negara Malaysia. "Dalam Islam tidak ada bedanya negara A dengan negara B, karena Islam itu merupakan agama yang sangat menghargai perbedaan suku dan ras dan lainnya. Ini wadah dalam rangka memperkuat ukhwah islamiah," kata Zaki seraya menandaskan, pada hari pertama masuk ke Malaysia ulama kharismatik itu juga mengunjungi Gampong Aceh yang berada di Kedah, Malaysia. (d-77)

Powered by Telkomsel BlackBerry®