Iklan

Anak-Anak Harus Dididik Perangi Korupsi, AMOI Pamerkan Berita Korupsi Di Grahadi

Surabaya --  Anak-anak harus dididik untu memerangi korupsi sejak kecil. Dengan dididik yang benar maka  generasi penerus bangsa tersebut akan menjadi generasi yang berguna bagi bangsa dan negara.
 Hal tersebut disampaikan Sekdaprov Jatim saat Upacara Peringatan Hari Anti Korupsi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa(10/12).
Ia menuturkan, mendidik anak agar memerangi korupsi bukan hal yang sulit, karena anak-anak bisa diajarkan hal paling sederhana dalam memerangi korupsi. Salah satu contoh yang bisa ditularkan ke anak-anak adalah tidak membudayak mencontek dalam mengerjakan tugas sekolah. Hal tersebut merupakan pencerminan tindakan memerangi korupsi bagi anak-anak. "Dengan begitu, anak-anak akan paham pentingnya sebuah kejujuran, dan akan memerangi tindakan korupsi dikegiatan sehari-hari," tuturnya.
Ia mengatakan, mendidik anak dalam memerangi korupsi, harus diimbangi upaya semua lapisan masyarakat mengatakan tidak kepada tindakan korupsi. Apabila  tidak didukung oleh semua lapisan masyarakat, anak-anak yang nantinya menjadi generasi penerus bangsa tidak akan menjadi generasi yang jujur dan kuat melawan korupsi.
Moch. Efendi, SH & Haya Wakano
Oleh sebab itu, sebagai upaya  memerangi korupsi, Pemprov Jatim telah membuat komitmen dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Komis Pemberantasan Korupsi (KPK). Diantaranya mulai dari penyelenggaraan Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) dan penerapan      Computer Assisted Test (CAS) dalam  system penerimaan pegawai negeri sipil(PNS)."untuk P2T, dibuat agar perizinan transparan, terbuka dan tepat waktu. Apabila diperlukan biaya disampaikan saat itu juga. Sedangkan dalam penerapan CAT, calon PNS bertemu langsung dengan system yang mana hasil dari tes diketahui langsung saat itu juga. Hal itu menghindari terjadinya kecurangan.," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Rasiyo juga prihatin dengan ditetapkannyaa Indonesia pada peringkat 114 dari 177 negara dengan tingkat korupsi terbanyak , dengan index persepsi korupsi dengan score 32. Normalnya score bebas korupsi adalah 100. Sedangkan untuk di tingkat Asia menempati urutan ke enam, setelah Singapura, Brunei, Malaysia, Filiphina dan Thailand.
" Dengan score seperti itu, diharapkan, dimulai dari diri sendiri, kemudian disalurkan ke masyarakat harus selalu berusaha memerangi korupsi . apabila korupsi dibiarkan ada, maka masyarakat tidak akan menjadi sejahtera. Semua harus mengatakan korupsi adalah musuh masyarakat," tegasnya

Ditempat yang sama juga digelar Pameran berita yang berkaitan dengan Korupsi yang dimuat di  media online dan dipigorakan, serta dipamerkan  pertama kalinya yang diadakan oleh Aliansi Media Online Dan Telekomunikasi Indonesia ( AMOI ) di Gedung Negara Grahadi Surabaya yang diikuti oleh media Online Dari beberapa Provinsi di Indonesia, tak kurang dari 50 berita yang di kemas dalam pigora ikut memeriahkan Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia Yang di peringati di Gedung Negara Grahadi Provinsi Jawa Timur. Turut Hadir perwakilan AMOI dari Maluku Utara, Kalimantan Tengah, Palangkaraya, Bali dan Jakarta "Pameran berita korupsi ini kita adakan pertama kalinya dengan tujuan untuk membantu meminimalisir terjadinya korupsi, dengan beritanya di pamerkan seperti ini maka akan lebih mudah mengingatkan kepada birokrasi untuk tidak melakukan korupsi, agar nama baiknya tidak rusak" tutur Moch. Efendi SH Ketua AMOI saat ditemui di stan Pameran.

Sementara Menurut Haya Wakano yang turut hadir atas undangan di Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia mengatakan "Peringatan seperti yang diadakan di Jawa Timur ini sangat baik dan menarik, nantinya akan kami usulkan di tahun mendatang untuk dapatnya diadakan di Provinsi Maluku Utara ataupun di Kota Ternate, apalagi ada Pameran berita yang di gelar oleh AMOI, ini ada nilai tambahnya dan sangat positif" kata Haya Wakano Kepala Perwakilan Media Online beritalima.com dan Ketua AMOI di Provinsi Maluku Utara. (Rudy/Tom)