Iklan

Banyuwangi Tak penuhi Syarat Permendag No. 07 Petani Keluhkan Pupuk Kaltim Beku  

 Banyuwangi, Gudang penyimpanan Pupuk Kaltim yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi diduga tidak memenuhi syarat, gudang dan pengepakan pupuk kaltim pelaksanaannya di bawah tangung jawab PT. Bromo Transindo dari Perak Surabaya.Gudang penyimpanan diarea terbuka terletak di lapangan kantor Bulog. Tentu saja bila tidak ditangani dengan baik sebagai mana ditetapkan pada Permendag No. 07/M.Dag/Per/2/2009 KMO kekhawatiran adanya cuaca akan menimbulkan masalah ketika pupuk distribusikan ke distributor hingga ke kelompok tani (Gapoktan) sebelumnya akhirnya sampai pada konsumen atau petani. Karena tidak menutup kemungkinan pupuknya banyak yang sudah keras dan beku. Hasil investigasi dilapangan bahwa gudang terbuka pupuk Kaltim yang ada di dalam halaman kantor Bulog yang beralih fungsi tersebut dengan kondisi terbuka dan hanya di beri alas bawah seadanya berupa kayu dan diatas di tutup dengan terpal.
Alas yang dibuat dari kayu tidak dirangkap alas terpal lebih dulu sehingga berakibat penguapan hingga pembekuan. Parahnya, adakalanya penutup atas dari terpal tidak rapat meninggalkan rongga yang sewaktu bisa dimasuki air ketika musim hujan.Maka jangan heran sebagian petani Banyuwangi mengeluh karena menerima pupuk tidak layak tersebut. Petani harus memecah dan menumbuk pupuk sebelum menggunakan untuk memupuk tanaman.
Pelaksana PT. Bromo Transindo Mukid mengatakan, berkaitan gudang dan pengantongan adalah tanggung jawab perwakilan pupuk Kaltim di Banyuwangi. " Langsung tanyakan kepada mereka, saya hanya pelaksana saja, untuk arsip kita gak punya karena ada di kantor Surabaya", katanya mengelak. Sayang tidak ada pejabat kompeten pupuk Kaltim di Banyuwangi untuk di mintai keterangan. Slamet Sunardi yang di informasikan selaku penanggung jawab pupuk kaltim di Banyuwangi mengaku hanya sebagai monitoring. "saya hanya bertugas menghitung pupuk yang masuk dan keluar dari gudang", katanya kepada wartawan.Sumber lain mengatakan, selain ketidak layakan penyimpanan pupuk, terjadi manipulasi jumlah pupuk Kaltim di Banyuwangi. (Abi/dod)