Iklan

Fathorrosjid : Tim Ranjau 09 Akan Bongkar Kepalsuan Proses Hukum P2SEM Di Jatim

SURABAYA –  Setelah menjalani proses Hukum selama 4,5 Tahun mantan Ketua DPRD Jawa Timur Fathorrosjid yang didampingi mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf dan mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi adakan Jumpa pers di RM. Hallo Surabaya Kamis (26/12/2013)


“Dalam kasus P2SEM, ada istilah siapa yang dikorbankan dan diselamatkan. Ini kasus penuh rekayasa dan diskriminasi dan manipulatif,” tegas Fathor, dalam juma persnya yang diikuti ratusan media cetak, elektronik dan media online.

"Para pejabat Bappemas Provinsi Jatim yang kala itu dikepalai Soenyono yang juga merangkap sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dan Kuasa Pengguna Anggaran, tidak pernah diperiksa dan ditahan. Termasuk juga para anggota DPRD Jatim periode 2004-2009, yang hingga kini masih bebas berkeliaran" tambahnya

Fathor juga menuding Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim tidak bekerja dengan benar dengan tidak mengeksekusi dr Bagoes Soetjipto, meski pengadilan sudah memvonisnya 27 tahun kurungan penjara.

“Dokter Bagoes itu pemain dan broker utama P2SEM, tapi dia tak pernah ditangkap Kejati Jatim. Padahal dari dialah akan terungkap siapa saja penikmat uang P2SEM yang sebenarnya. Dari sini saja bisa disimpulkan ada kekuatan besar di Jatim yang mampu menghadang proses hukum dalam kasus ini,” lanjut Fathor.

Dengan niat untuk membongkar kepalsuan proses hukum P2SEM, Fathor bersama rekan-rekannya para korban kasus P2SEM membentuk Tim Ranjau 09, guna melakukan eksaminasi atas seluruh putusan dari semua korban P2SEM di Jatim.

“Target dari eksaminasi nanti adalah untuk membuktikan kepada publik bahwa koruptor P2SEM yang sesungguhnya bukan saya, atau para aktivis NU Jatim dan para dosen,” ujarnya.

Langkah ini kata Fathor juga menjawab tantangan Ketua KPK soal siapa sebenarnya koruptor kelas berat di Jatim.

“Kami siap untuk membongkar siapa koruptor kelas kakap itu, kami akan buktikan karena data-data sudah kami miliki dan akan kami bawa ke Jakarta yang nantinya KPK bisa menangkap koruptor kelas wahid di Jatim dengan cara membongkar kasus P2SEM. Apa saya ini yang dimaksud koruptor kelas wahid, atau ada koruptor kelas wahid lainnya. KPK harus bisa tangkap itu,” tegas Fathorrosjid kepada wartawan.

Fathor menganggap pertemuan dengan media kali ini, diharapkan bisa memberi pencerahan awal bagi masyarakat Jatim tentang adanya rekayasa tingkat tinggi dalam penanganan kasus korupsi P2SEM. “Saya kan dikorbankan dalam kasus P2SEM, berarti ada juga yang diselamatkan. Ini artinya ada tebang pilih,” tukas ketua Tim Ranjau 09 ini (aliansi korban kasus P2SEM)

Dalam acara jumpa pers itu, hadir pula mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi dan mantan Ketua DPRD Surabaya Musyafak Rouf.

Namun Hasyim menolak memberikan pernyataan apapun dan mengaku kedatangannya ke RM Hallo Surabaya adalah selain memberi selamat juga mendoakan perjuangan Fathor dan korban P2SEM agar berhasil.

“Saya kesini untuk mendokan Pak Fathor, jadi saya tidak ada pernyataan apa-apa kali ini, cukup Pak Fathor saja,” ujar Hasyim. (tom)