Iklan

HKSN Tingkatkan Rasa Gotong Royong

Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) tahun 2013 harus dimaknai untuk mampu meningkatkan dan menumbuhkan rasa gotong royong yang tinggi dengan hidup rukun diantara seluruh elemen masyarakat. 
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Dr. H. Rasiyo saat menghadiri Pagelaran Wayang Kulit dalam rangka Peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Jatim 2013 di Lap. Desa. Jatiguwi Sumber Pucung Kab. Malang, Sabtu (28/12) malam. 
Ia mengatakan, peringatan HKSN ini harus dimaknai secara baik dan positif dengan terus menjaga kerukunan dan kedamaian antara pemerintah bersama masyarakat. "Dengan hidup rukun, maka akan tercipta rasa aman, nyaman serta tentram sehingga mampu menjaga kehidupan yang harmonis antar sesama masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, dalam hidup, manusia diwajibkan untuk bersosialisasi bersama, ini karena manusia diciptakan sebagai mahluk sosial. Dalam bersosialisasi tersebut, manusia harus memiliki rasa kasih sayang tidak hanya kepada keluarga, namun kasih sayang tersebut harus diwujudkan kepada seluruh umat manusia. 
"Mari untuk mengingatkan kepada diri kita agar terus menghidupkan dan mengimplementasikan kerukunan hidup secara gotong royong dengan cara tolong menolong dan menghargai sesama khususnya kepada masyarakat yang kekurangan," tegasnya. 
Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi sarana dalam hidup rukun, tenang, tentram dan harmonis. "Jika kita hidup rukun, tentu negara dan masyarakat kita akan hidup sejahtera. Semoga HKSN dapat menyatukan cipta, rasa, budi dan karsa yang dapat mewujudkan karya luhur untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa dan negara kita," tuturnya.  
Banyak generasi muda saat ini secara ikhlas mengabdi kedaerah terpencil dan daerah yang tertimpa bencana alam tanpa pamrih dari pemerintah. Kita sangat bangga memiliki generasi penerus yang bersedia mengabdi kepada negara tanpa pamrih. Dan ini menggambarkan bahwa pemuda hari ini akan menjadi pemimpin negara yang hebat. 
Tidak hanya itu, banyak perusahaan yang memiliki kepedulian sosial dengan mewujudkannya dalam CSR (Corporate Sosial Responsibility) melalui bantuan seperti operasi mata gratis, bantuan pendidikan ke sekolah-sekolah hingga pemberdayaan ekonomi di daerah pedalaman. "Ini menunjukkan, rasa kesetiakawanan sosial telah menjiwai dalam sendi-sendi kehidupan kita bermasyarakat," imbuhnya.  
Bupati Malang Ir. Rendra Kresna mengucapkan terima kasih atas perhatian dari Pemprov Jatim yang telah menyelenggarakan pagelaran wayang kulit di Kab. Malang.
Ia mengatakan, pagelaran wayang ini dapat memberikan hiburan kepada masyarakat agar lebih mencintai seni dan budaya. Wayang merupakan kesenian asli Indonesia yang sudah diakui oleh UNESCO. Untuk itu, diharapkan melalui kegiatan ini dapat menjadi tontonan sekaligus tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat melalui pesan-pesan yang disampaikan oleh tokoh pewayangan. 
Sementara itu, Dalang Kondang Ki Soenarjo yang mengangangkat lakon "Sumping Purbo Kayun" menegaskan bahwa menjunjung dan melestarikan kembali kesenian dan budaya merupakan bagian dari menjaga moral bangsa. 
Pemimpin yang mampu melestarikan budaya adalah pemimpin yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap seni dan budaya. "Semoga pejabat-pejabat kita di Jatim dapat menjadi inspirasi daerah lain dalam memajukan kesenian dan budaya di Jatim," tuturnya menggambarkan salah tokoh pewayangan.  (Nif/Kusno)