Iklan

Jeritan dan keluhan OPS

Aceh Utara - Pengisian Dapodikdas yang sudah berlangsung pada Oktober lalu , dengan di bekali pelatihan selama 2 hari dari dinas Pendidikan Kab/Kota masing-masing. Sementara para Operator Sekolah (OPS) harus bekerja maksimal untuk menyelesaikan tugasnya , karena nasib ribuan peserta didik dan PTK tergantung pada data isian Dapodikdas 2013.

Dan kebanyakan dari OPS merasa kesal dan mengeluh dengan server yang sering error sehingga menjadi beban OPS. Bertambah harus selalu meng update aplikasi terbaru akan tetapi pada saat singkronisasi selalu gagal,hal ini membuat para OPS bertambah pusing dan hingga saat ini masih terdapat ratusan sekolah di Aceh Utara yang belum berhasil melakukan singkronisasi ke server pusat.
RATA-RATA SINKRONISASI SEKOLAH DI INDONESIA.
Jumlah SD = 147.493
Jumlah SMP=35.579
Jumlah SD+SMP= 183.072
Telah Sync : 6887
Belum Sync : 176.185
Perbandingan Desember Rata-rata Synch permenit.
Rata-rata Synch per menit : 3 user.
1 hari = 1440 menit x 3 user = 4.320
1 bulan = 4.320 x 30 hari = 129.600
Jadi, menurut data diatas, hanya 129.600 user lah yang akan Sync di bulan ini.Perbandingan dari Rata-rata Sync harian:
1 Des 2013 : 1.303
2 Des 2013 : 1.476
Menurut data ini dapat disimpulkan utk sementara rata-rata per hari 1.390 sekolah yang Sync.
1 bulan = 1.390 x 30 = 41.700.
Jadi, menurut hasil ini , hanya 41.700 user lah yang akan Sync di bulan ini. Bandingkan dengan Data Sekolah yang belum Sync. Mungkinkah khusus Synch mencapai 4 s/d 5 bulan?
Jika "Ya" berarti anda tidak usah panic, benahi data anda sesempurna mungkin. Sumber Grop terbuka (OPERATOR PADAMU NEGERI ) pada jejaring sosial Facebook yang di posting oleh Padang sihopal sekolah dasar. Dan hingga saat ini Kepala Sekolah dan dinas terkait hanya mengiginkan data yang akurat dan sudah disikronisasi, sedangan banyak dari OPS yang hanya bertugas bermodalkan bakti sekolah dan mereka harus bekerja semaksimal mungkin s/d jam 02.00 pagi , sungguh tidak wajar dan tidak sesuai dengan pengorbanan mereka para OPS di seluruh indonesia.

Sementara menurut Muhammad Nur S.Pd selaku pengurus Cabang PGRI Tanah Jambo Aye, Rabu (4/12/13)  mengatakan , pihak dinas harus lebih memperhatikan kesejahtraan para OPS karena satu saja kesalahan kecil yang di buat maka dampaknya akan besar terhadap pendidikan kedepannya, dan mengenai pengisian dapodikdas.

Seharusnya yang punya aplikasi terlebih dahulu menyempurnakannya jangan membuat OPS bertambah pusing apalagi terkadang harus mengvaliditasi ribuan data," dan pada saat singkron eh rupaya tidak bisa," demikian pungkas Muhammad sambil tersenyum seraya menambahkan bahwa inilah akibat kita langsung berhubungan dengan pusat bukan seperti pengisian dapodikdas tahun lalu yang di kirim ke dinas Kabupaten / Kota masing masing jadi server tidak sibuk atau error karena terlalu banyak yang singkron.( iroel )

Powered by Telkomsel BlackBerry®