Iklan

Media Partner Terbaik KPK dalam Pemberantasan Korupsi

JAKARTA - Media dianggap sebagai partner terbaik Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Saat ini, hanya KPK dan pers yang mengawal dan mencoba mengungkap kasus dugaan korupsi.

Pers menjadi mitra dari KPK. Ibaratnya KPK hanya mampu menampung berat 1000 ton padahal berat korupsi di negara ini 10.000 ton," kata mantan Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara saat dihubungi di Jakarta, Jumat (6/12).

"Negara kita banjir korupsi, dan pers ikut membantu memberantas korupsi," tambah dia.

Leo menyebut musuh negara Indonesia saat ini adalah korupsi.

Menurut KPK dan TII, pelaku korupsi terparah adalah DPR dan partai politik. Sedangkan dari temuan Kemendagri, sudah sekitar 390 kepala daerah masuk penjara karena korupsi.

"Temuan saya, media kita ini, terutama media politik, korupsi mana saja mereka ungkap. Kalau muncul dugaan korupsi media ungkap. Kalau pernyataan (Seskab Dipo Alam) itu malah membuat media menjadi risau.

Ada baiknya jika ada keluhan diajukan saja ke Dewan Pers, supaya ketahuan media itu salahnya di mana," imbuh dia.

Menurut Leo, Undang-Undang Pers adalah sebuah masterpiece dengan tidak lagi membiarkan negara mengontrol dan mengintervensi pers. Publik yang berwenang melakukan kontrol terhadap pers, yakni melalui Dewan Pers.

"Menurut saya, untuk media-media yang berkualitas, mereka cenderung lebih hati-hati dan selalu berusaha sesuai dengan kode etik jurnalistik.

Media melawan korupsi dalam persoalan itu jika ternyata ada pihak yang merasa dirugikan dan disebut-sebut silahkan saja mengadu kepada dewan pers. Selain itu kan bisa melalui mekanisme hak jawab.

(mnc/yfn)

Powered by Telkomsel BlackBerry®