Iklan

Oknum Hakim PN Idi Diduga Pinjam Pakaikan BB Truk Pengangkut 2,5 Ton Ganja

Humas PN Idi, Sanjaya Sembiring. SH, MH
Aceh Timur- Oknum Hakim Pengadilan Negeri Idi yang menangani perkara kasus 2,5 ton ganja yang ditangkap Polres Aceh Timur pada Juli 2013 lalu, diduga telah meminjam pakaikan barang bukti satu unit truk colt diesel Nopol BK 9782 YK yang digunakan untuk mengangkut barang haram tersebut.

Sementara itu, satu unit mobil jenis toyota Avanza BK 331 DA yang juga merupakan barang bukti dari kasus ganja tersebut saat ini masih berada di samping kiri kantor Pengadilan Negeri Idi. Pengamatan dilapangan ketika persidangan kasus tersbeut digelar pada Kamis, (19/12) lalu, mobil truck dimaksud tidak terlihat berada diseputaran kawasan kantor PN Idi.

Terkait persoalan tersebut, Nasruddin Ketua Forum Peduli Rakyat Miskin (FPRM) kepada Wartawan melalui selulernya ( 24/12/13), sangat menyayangkan hal tersebut bisa terjadi, terlebih dilembaga hukum. " Jika ini benar-benar terjadi, sudah sepatutnya Pengadilan Tinggi untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja oknum hakim yang bertugas di PN Idi," pungkas Nasruddin.

Ironisnya, secara aturan dan perundang- undangan yang berlaku barang bukti dalam kasus narkoba tidak dibenarkan untuk dipinjam pakaikan kepada pemiliknya," ujar Nasruddin.

Ia menambahkan, melainkan barang bukti tersebut harus dirampas oleh negara." Hal itu sesuai dengan Undang-Undang No 35 tahun 2009 tentang narkotika pasal 101 ayat 1 dan 2.

Dimana pada ayat 1 dijelaskan, narkotika, prekursor narkotika, dan alat atau barang yang digunakan di dalam tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika atau yang menyangkut narkotika dan prekursor narkotika serta hasilnya dinyatakan dirampas untuk negara. Kemudian pada ayat 2 dijelaskan juga dalam hal alat atau barang yang dirampas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah milik pihak ketiga yang beritikad baik, pemilik dapat mengajukan keberatan terhadap perampasan tersebut kepada pengadilan yang bersangkutan dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari setelah pengumuman putusan pengadilan tingkat pertama.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Idi, Sanjaya Sembiring, SH, MH, yang dikonfirmasi Wartawan pada Kamis, 19 Desember lalu diruang kerjanya terkait persoalan tersebut mengatakan, dirinya akan mengkonfirmasi dengan Hakim yang menangani perkara dimaksud.

Sebagaimana diketahui pemberitaan sejumlah media sebelumnya, dimana aparat Kepolisian dari satuan narkoba Polres Aceh Timur, Sabtu (20/7) sekira pukul 08.30.wib, di Jalan Medan-Banda Aceh tepatnya di Kecamatan Pantee Bidari menangkap satu unit mobar jenis colt bernopol BK 9782 YK yang membawa barang haram jenis ganja kering seberat 2,5 ton siap edar ini.

Selanjutnya, setelah dilakukan pemeriksaan dan didapati keterangan dari supir colt tersebut dimana pemilik barang haram itu pemiliknya ada didepan mengunakan mobil jenis avanza warna hitam nopol BK 331 DA, kemudian sebagian angota melakukan pengejaran dan berhasil di tangkap tepatnya di jalan Medan- Banda Aceh, Desa Kampung Jalan Kec Idi Rayeuk Kab, Aceh Timur dan berhasil di tangkap.

Adapun nama 5 orang pemilik ganja itu yakni Riski Rahmat Sari Bin Amin (23) selaku supir truck warga Medan Sumatra Utara, M.Dahlan Bin Hamjah (25) kernet warga Desa Suyo Kecamatan Padang Tiji,Kab.Pidie,Sharol Bin Muhammad (21) warga Desa Ie Suum Kec.Mesjid Raya Kabupaten Aceh Besar,Musriadi Bin Sulaiman (30) warga Desa Ie Suum dan Hanafiah Bin Ibrahim (45) warga Desa Tanjung Mulia Medan Sumatra Utara. (Mr. Sazli)

Teks Foto : Humas Pengadilan Negeri Idi, Sanjaya Sembiring. SH, MH, saat diabadikan diruang kerjanya, Kamis, (19/12/13) lalu.

Powered by Telkomsel BlackBerry®