Iklan

Tahun 2013 Jumlah Angka Kematian Bayi dan Ibu Hamil Meningkat

Ilustrasi
Lhokseumawe – Jumlah angka kematian bayi dan ibu hamil di Kota Lhokseumawe pada 2013 miningkat jika dibandingkan pada tahun 2012 lalu meskipun pelayanan kesehatan bagi ibu hamil sudah baik di daerah tersebut, namun hal tersebut tidak membawa dampak yang baik untuk mengurangi angka kematian bayi dan ibu hamil.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe Sayed Alam melalui Kasi Kesehatan Ibu dan Anak,  Zahara, Kamis (19/12) mengatakan, dalam setahun terakhir jumlah kematian ibu saat melahirkan mencapai 1,8 perseratus persalinan, sedangkan kematian bayi mencapai 5,9 perseribu kelahiran pada tahun 2013. Sedangkan pada 2012 lalu angka kematian ibu saat melairkan 1,6 perseratus persalinan dan bayi 4,1 perseribu kelahiran.

"Penyebab kematian bagi ibu hamil tersebut lebih banyak diakibatkan oleh pendarahan saat proses melahirkan, sedangkan selebihnya diakibatkan oleh Hipertensi (tekanan darah tinggi) dan sesak napas. " Namun mengenai penyebab kematian pada bayi tersebut, umumnya diakibatkan oleh berat badan lahir rendah (BBLR), selebihnya diakibatkan oleh mengalami sesak," ungkap Zahara.

Ia menambahkan, mengenai pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di Kota Lhokseumawe, umumnya sudah sangat baik, bahkan dari target yang diharapkan Provinsi Aceh sebesar 95 persen tingkat pelayanannya, Kota Lhokseumawe sudah berhasil mencapai 81,06 persen untuk pelayanan kesehatan.

Apalagi, untuk ibu hamil, untuk wilayah Kota Lhokseumawe, pos pelayanan kesehatannya tidak hanya dilakukan di tingkat Puskesmas saja, melainkan juga di tingkat Desa melalui Bidan Desa hingga ke Rumah Sakit, tambah Zahara.

Hal senada juga disampaikan Ernita, Terhadap masih banyaknya dijumpai kasus kematian ibu dan bayi tersebut banyak faktor penyebabnya di antaranya, usia ibu hamil yang memang rawan untuk melahirkan. Adanya penyakit yang bersifat turunan yang memicu kematian saat melahirkan.  (fdl)