Iklan

Kader PA Aceh Utara Laporkan Aksi Pengerusakan Bendera Partai ke Panwaslu

Lhoksukon, Aceh Utara-  Kader Partai Aceh (PA) wilayah Aceh Utara kembali melaporkan tindak pidana Pemilu yang dilakukan oknum dari salah satu partai lokal ke Panitia pengawas Pemilu (Panwaslu). Laporan tersebut sama seperti sebelumnya, dimana pelakunya melakukan pengerusakan terhadap bendera partai Aceh.

Ketua DPC PA Kecamatan Lapang, Razali Abu mengungkapkan, sedikitnya 12 lembar bendera Partai Aceh di pajang di pusat pasar kota Lapang dicabut, Bahkan pelaku ikut mematahkan tiang bendera, merobek hingga membuang alat peraga itu ke dalam selokan, Rabu kemarin.
"Melihat aksi itu, masyarakat dan kader partai Aceh segera melaporkan hal itu  ke kantor Panwascam yang selanjutnya hari itu juga, Pihak pengawas pemilu kecamatan dibantu aparat kepolisian dan warga masyarakat berhasil meringkus pelaku, berinisial R beserta barang bukti bendera Partai," ujar Razali.

Tersangka R sendiri sebelumnya sempat dihakimi masa bahkan di diakui dirinya sempat di ikat tangan kebelakang  dan di hajar hingga babak belur . tersangka juga mengakui  aksi dilakukan  akibat emosi terpendam ,sebelumnya atribut Partainya juga dirusak oleh lawan Partai sebut tersangka .

Tersangka di amankan di polres Aceh Utara didampingi seratusan kader PA dengan iringan kendaraan partai, Ketua DPC itu mendampingi Panwascam yang siang itu juga meneruskan laporannya ke Panwaslu Kabupaten. Semetara barang bukti berupa bendera telah diamankan di panwaslu Aceh Utara  . Sedangkan pelaku diamankan di Polres Lhoksukon.

Di kantor Panwaslu, usai penyampaian laporan dari Panwascam, Razali meminta kepada ketua Panwaslu segera mengambil tindakan proses  hukum kepada mereka yang dengan sengaja melanggar tujuan kehadiran partai Aceh dalam pemilu legislatif 2014 ini. Karena hal ini dapat merusak perjuangan citra Partai Aceh baik dalam hal mewujudkan perdamaian, pencerdasan pendidikan politik dan kesejahteraan di mata masyarakat Aceh.
Beberapa kader PA lainnya mengatakan, yang membuat pihaknya kecewa, karena kejadian tersebut berlangsung pada pagi hari bahkan di jantung pusat ibukota kecamatan. Dimana saat bendera partai Aceh berkibar, kala itu ribuan masyarakat yang berada di pusat kota kecamatan Lapang menyaksikan pelaku dengan sengaja melakukan penurunan dan pengerusakan bendera partai Aceh.

Sementara itu ketua Panwaslu Kabupaten Aceh Utara Ismunazar SE, mengungkapkan, Panwas wajib dan berjanji dalam 3 kali 24 jam ini, pelaku penurunan dan pengerusakan bendera partai Aceh di kecamatan Lapang akan diseret ke pengadilan untuk diadili sesuai hukum yang berlaku.

Mengenai proses hukumnya, lanjut Ismunazar Panwas  telah membuat laporan dan meneruskannya ke pihak penegakkan hukum pemilu (GAKKUMDU). Sementara barang bukti 12 helai bendera partai Aceh telah diserahkan pihak Panwascam Ke Panwaslu Kabupaten setelah sebelumnya di amankan di Polres Tanah Pasir.

Menurutnya, berkemungkinan, Kamis, (16/1) berkas perkara R telah dilimpahkan ke kejaksaan untuk selanjutnya berkas dilimpahkan ke pengadilan negeri Lhoksukon.

Tegasnya, bila pelaku terbukti dengan sengaja melakukan tindak pidana pemilu, sesuai UU nomor 8 tahun 2012, pasal 275, maka akan dijatuhi sangsi 1 tahun penjara atau denda 12 juta rupiah.  (one 001)
Teks Foto : Panwaslu Aceh utara terima barang bukti bendera Partai Aceh yang di duga  di rusak oknum satgas Partai lokal PNA di kuala cangkoi lapang Aceh utara .
Powered by Telkomsel BlackBerry®