Iklan

Kakan Satpol-PP dan Muspika Gelar Sosialisasi Penertiban Pedagang Kota Idi

Aceh Timur- Kepala Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Kakan Satpol PP) Kabupaten Aceh Timur Drs. Zulbhari MAP yang didampingi sejumlah Kepala SKPK terkait dan Muspika Idi Rayeuk menggelar sosialisasi atau pemberitahuan kepada para pedagang kota Idi yang merupakan pusat kota kabupaten tersebut.
Adapun kepala SKPK yang turut serta dalam sosialisasi yang dilaksanakan Satpol-PP pada Kamis (16/1), di pusat pasar kota Idi yaitu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM Yusri SE, Kadis Pekerjaan Umum Mahyuddin, Kadis Perhubungan Informatika dan Telekomunikasi Zahri. Sementara itu unsur Muspika Idi Rayeuk yakni Camat Idi Rayeuk Fakhrurrazi, Kapolsek Idi Rayeuk, AKP. Samsuddin serta Danramil Idi Kapten Inf. Adi Hartono.

Kepala Kantor Satpol PP Aceh Timur Drs. Zulbahri MAP disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, sosialisasi yang dilakukan pihaknya bersama instansi terkait dalam upaya penertiban para pedagang dikawasan pasar Idi sehingga terciptanya kerapian serta kebersihan kota Idi yang merupakan pusat kota Kabupaten Aceh Timur.

" Termasuk juga pembenahan pajak daging yang berada dipasar Idi dan direncanakan pedagang daging akan direlokasi ketempat baru yang telah dibangun oleh Pemkab Aceh Timur," ungkap Zulbahri mantan Camat Ranto Peureulak seraya mengatakan, dimana pembenahan pasar Idi akan terus dilakukan secara bertahap dikarenakan selama ini pasar kota Idi masih terkesan centang pranang atau amburadul.
Artinya, ada fasilitas yang sudah disediakan oleh pemerintah, tetapi tidak dimamfaatkan secara maksimal oleh pedagang. " Malah dijadikan gudang penyimpanan barang, bahkan pedagang kembali berjualan ditempat yang tidak dibenarkan yaitu pada lorong-lorong pertokoan," ujar Zulbahri lagi yang juga sebelum menjadi PNS sudah berkiprah dibeberapa perusahaan terkemuka seperti PT. Bayeer Indonesia serta PT. Rothmanpalmall Indonesia.

Berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, Zulbahri mengatakan, para pedagang tidak mau menempati fasilitas yang sudah disediakan pemerintah dengan dalih pembeli tidak mau datang kelokasi tersebut dan itu dirasakannya adalah alasan klasik. " Pada saat proses pembangunannya sudah terlebih dahulu dilakukan pendataan siapa saja pedagang yang akan menempati sarana dimaksud," terangnya sembari mengemukakan, itu berdasarkan data yang diperoleh dari Diskoperindagkop.

Dalam kesempatan itu, dirinya mengajak semua elemen masyarakat Kota Idi terutama para pedagang untuk bersama-sama dan saling bahu membahu untuk membangun kota Idi Rayeuk kedepannya agar terciptanya keindahan serta ketertiban pasar sehingga menjadi kota yang asri dengan berbagai program yang akan dicanangkan pemerintah dimasa mendatang. (d- 77)
Powered by Telkomsel BlackBerry®