Iklan

Manager Perkebunan JRU Diduga Korup dan Ngangkangi UU Nomor 18 Tahun 2002

Aceh Timur. Manager Perkebunan PTPN- I, Julok Raya Utara (JRU) Kecamatan Indra Makmu, Aceh Timur diduga korup dan juga mengangkangi Undang- undang nomor 18 tahun 2002 tentang perkebunan.

Hal itu disampaikan, Ketua I Serikat Petani Aceh Timur (SIPAT), Siti Ulfa, S.TP, kepada Wartawan melalui pers realesenya Jum'at (3/1/14). Menurut Ulfa, padahal sangat jelas sekali, yang mana Undang- undang perkebunan nomor 18 Tahun 2002 telah mengamanahkan, bahwa perkebunan dituntut berperan baik secara ekonomi, ekologi dan sosial.

Secara ekonomi Ulfa menjelaskan, perkebunan berfungsi  untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat. Sedangkan secara ekologi dan sosial, perkebunan berfungsi meningkatkan kesinambungan pembangunan perkebunan, penyedia tanah, air, penyedia oksigen serta menjaga kawasan lindung serta sebagai perekat dan pemersatu Bangsa sehingga harus diterapkan oleh insan perkebunan dimanapun berada.

Namun, yang terjadi sekarang di Perkebunan PTPN- I Julok Rayeuk Utara (JRU) tersebut jelas- jelas sangat bertolak belakang dari apa yang telah diamanahkan oleh Undang- undang." Ibarat pepatah jauh panggang dari api," ungkap Ulfa.

Kata Ulfa lagi, saat ini bisa kita lihat secara riil apa yang terjadi di perkebunan tersebut," kita melihat dari segi fasilitas baik sarana maupun prasarana. Seperti rumah yang ditempati karyawan perkebunan saat ini sudah tidak layak huni atau kadaluwarsa dan begitu dengan akses jalan dan juga jembatan yang ada semuanya sudah rusak parah," terangnya.

Oleh sebab itu ianya berharap kepada Direksi PTPN untuk segera mengevaluasi kinerja Manager PTPN- I Julok Raya Utara karena dinilai tidak mampu mengemban amanah apa yang telah dititipkan kepadanya dan juga disikapi dianya tidak sepenuhnya menjalankan apa yang telah diperintahkan oleh Undang- undang no 18 tahun 2002 tentang perkebunan. (F- 75)



Powered by Telkomsel BlackBerry®