Iklan

MPU Aceh Kaji Hukum Pemusnahan Barang Ilegal

Globalaceh.com, Banda Aceh- Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, melalui sidang paripurnanya mengkaji tentang hukum pemusnahan barang ilegal menurut tinjauan Islam.
Kegiatan sidang paripurna tersebut dilaksanakan mulai 28 Januari sampai 30 Januari 2014, di Gedung Serbaguna Tgk. H. Abdullah Ujong Rimba MPU Aceh Jln. Soekarno – Hatta, Lampeunerut, Aceh Besar. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua MPU Aceh Drs. Tgk. H. Gazali Mohd. Syam.
Hal tersebut diutarakan, Kepala Sekretariat MPU Aceh, Saifuddin , SE, MM, kepada globalaceh, Kamis (30/1/14).
Saifuddin menjelaskan, sidang paripurna Ke I MPU Aceh kali ini diikuti oleh 40 orang peserta, terdiri dari Pimpinan dan Anggota MPU Aceh yang berasal dari utusan provinsi dan utusan Kabupaten / Kota se-Aceh.
"Agenda sidang paripurna yang diangkat adalah mengenai  "Pemusnahan Barang Illegal Menurut Tinjauan Islam". Jelasnya.
Lanjutnya, risalah sidang paripurna – I MPU Aceh mengenai masalah ini telah dibahas sebelumnya oleh Para narasumber yang menyampaikan makalah dalam sidang panmus ke- 3 pada 21 Januari 2014.
Dalam rumusan keputusan sidang/fatwa yang dihasilkan oleh tim perumus MPU Aceh, kata Saifuddin yakni, Pemerintah berhak menyita barang ilegal dan dijadikan sebagai asset negara apabila pemiliknya tidak mengurus segala persyaratan yang dibutuhkan. Kemudian
Pemusnahan barang ilegal yang dapat dimanfaatkan dalam Islam hukumnya haram. Pemusnahan barang ilegal yang tidak dapat dimanfaatkan dalam Islam hukumnya wajib.
Selanjutnya, pemerintah wajib menjaga dan mengantisipasi barang ilegal yang cepat rusak dan juga pemerintah wajib memanfaatkan barang ilegal yang dibolehkan dalam Islam untuk kemaslahatan ummat.
Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Gazali Mohd. Syam, meminta, pemerintah Aceh agar secepatnya mengeluarkan regulasi tentang pemanfaatan barang ilegal yang dibolehkan Islam. Agar memberikan kemudahan terhadap pengurusan segala sesuatu yang berkaitan dengan barang sitaan.
Dan dianya juga meminta, Pemerintah Aceh agar menindak tegas terhadap pihak-pihak yang berupaya menyuludupkan barang ilegal." Pengusaha barang dan jasa agar menghindari cara-cara ilegal dalam melakukan kegiatan usahanya," demikian pungkas Ketua MPU Aceh, Tgk. H. Gazali Mohd. Syam.
Adapun Para narasumber tersebut adalah :
Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA (Wakil Ketua MPU Aceh), M. Yunus, S.Sos. M.AP. (Dirjen Bea & Cukai), Drh. Saifuddin Zuri. (Badan Karantina Pertanian) dan Safwan SE. MSi. (Kepala Dinas Perindustian dan Perdagangan Aceh). (d-77)