Iklan

Polisi Selidiki Kasus Pembakaran Mobil Caleg Partai Aceh

Lhoksukon, Aceh utara- Lagi-lagi Partai Aceh menjadi korban pertunjukan politik kekuatan kekerasan melalui fisik menjelang Pemilu 2014. Setelah puluhan bendera partai dan  spanduk Caleg Partai Aceh di wilayah Aceh Utara dirusak oleh oknum sipil, kali ini kendaraan mini bus tim sukses mereka dibakar oleh orang tak dikenal.

Setelah, Tim penegak hukum pemilu legislatif (GAKKUMDU) Panwaslu Aceh Utara bersama kepolisian berhasil menjerat dan menyeret R pelaku terkait penurunan bendera PA di Kecamatan Lapang senin (14/1) ke pengadilan. Begitu juga M yang terlibat aksi penurunan bendera partai tersebut di Kecamatan Matang Kuli. Kali ini pihak kepolisian harus bekerja ektra, untuk mengungkap pelaku pembakaran kendaraan roda 4 tim sukses PA di Gampong  Meureubo mee Kecamatan Tanah Pasir, Aceh Utara, yang terjadi minggu (19/1).

Kapolres Aceh utara AKBP Gatot sujono melalui Kasat Reskrim Iptu Mahliadi ST mengungkapkan, Sejauh ini Polres Aceh Utara terus  bekerja dilapangan mengungkap para pelaku dan latar belakang tindak kriminal itu terkait pembakaran mobil tim sukses PA yang bernopol BK 1972 QE .

Dia menambahkan, beberapa saksi mata dilapangan yang sempat dimintai keterangan, belum memberikan keterangan yang cukup terang, karena keterangan saksi menyebutkan aksi pembakaran tersebut berlangsung pada pagi hari pukul 4.00 Wib, pagi. Namun begitu, diyakini akan berhasil mengungkap para pelaku.

Akibat aksi pembakaran tersebut Mobil Tim sukses PA itu hangus pada bagian depan, selain  itu kaca depan ikut hangus, pada bagian mesin terlihat rangka mesin tampak menghitam. Disamping itu, ditemukan pula botol air mineral dan gula pasir dengan ukuran  stengah kilogram. Diduga mobil tersebut disiram bensin dengan menggunakan gula pasir.

Lanjut Kasat Reskrim, barang bukti mobil tersebut kini telah diamankan di Polres Aceh Utara dan beberapa alat bukti lain seperti  gula pasir dan bau bensin itu, persis seperti ditemukan di TKP gampong Meureubo mee , tepatnya di kediaman Muhktariza sebagi pemilik kendaraan.
Saat ditanyai globalaceh, apakah pelaku yang melakukan pembakaran itu, merupakan sosok yang profesional untuk hal tersebut, Kasat belum dapat menjawab hal itu. Demikian pula ketika ditanyai, apakah alat tersebut sejenis bom molotov, yang sering digunakan pada masa konflik, hal itu juga belum dapat dijelaskan, behubung pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

Sementara ,Sumber lain menyebutkan saat kejadian ada warga yang mendengar mobil berhenti di dekat rumah korban , di duga adalah kenderaan pelaku  .Dua kali sempat memarkirkan kenderaannya di tempat yang sama . Setelah terjadi kobaran api mobil tersebut meninggal lokasi itu lari  ke arah  selatan TKP  lenyap di telan kegelapan .

Sementara itu, Komite koordinator pemenangan Partai Aceh Wilayah timur Aceh utara, Buya Amran mengatakan, kendati PA selalu menjadi korban pertujukkan politik kekuatan dan kekerasan yang mengarah kepada fisik dari lawan politik, Namun pihaknya tetap mengedepankan proses hukum.

"kami tidak sekasar itu dan kami juga tidak seagresif itu apalagi untuk balas dendam kepada mereka yang telah mempertontonkan kekerasan kepada kami. Dan biarlah masyarakat yang akan menilai hal ini." Pungkasnya.

Dijelaskannya, partai Aceh dalam menghadapi pemilu legislatif ini bukan hanya semata-mata mencari kemenangan semata dari lawan politik, melainkan memberikan pencerdasan politik demokratis kepada  masyarakat, bahwa pemilu legislatif adalah semata-mata untuk kepentingan rakyat Aceh. Dimana mereka akan memiliki wakil-wakilnya yang konsisten memperjuangkan perdamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat Aceh.

Mengenai aksi pembakaran kendaraan tim sukses PA tersebut, Buya Amran menambahkan, pihaknya tidak menuntut kerugian itu kepada lawan politik. Kerugian tersebut menjadi tanggung jawab Partai DPW PA Aceh Utara.
(one 001)

Teks Foro : Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, Iptu, Mahliadi. ST, saat di Konfirmasi wartawan di ruang kerjanya
terkait kasus pembakaran mobil di Meurebo mee.  
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®