Iklan

Wartawan di Riau di Dancam Dengan Pisau, Ada Yang Di Tendang

PEKANBARU --  Ancaman terhadap insan pers masih sering terjadi, utamanya jurnalis yang memberitakan kasus korupsi, penyimpangan yang dilakukan pejabat.

Seperti halnya yang terjadi pada Syafril Tamun dan belasan orang berniat mendatangi rumah mantan Bupati Bengkalis, Syamsurizal, di jalan bambu kuning dua, Tenayan Raya, Kota Pekanbaru. Namun sangat-sangat disanyangkan dan memprihatikan niat tersebut diduga dihadang oleh orang suruhan Syamsurizal, dengan ancaman pisau. Bahkan wartawan Radar Riau yang ingin meliput pun ikut kena tendang dan dicakar oleh Orang Tak Dikenal (OTK) tersebut.

"Niat saya dan beberapa teman ke rumah Syamsurizal mau menagih hutang. Namun sambil menunggu di depan rumah Syamsurizal, datang dua orang preman yang mencegat niat kami tersebut," sebut Syafril Tamun kepada Riau Satu dan wartawan.

Diteruskannya, kedatangannya dengan niat baik untuk menagih hutang Syamsurizal padanya, namun yang datang preman dan mengejar wartawan yang pada saat itu mau meliput disana. "Saya lihat wartawan koran Radar Riau dikejar pake pisau oleh OTK itu. Wartawan tersebut lari, padahal sudah memperlihatkan I'd cardnya. Kejadian tersebut Rabu (15/01/2014) sekitar 16.45 Wib," sebut Syafril Tamun.

Sementara itu, wartawan Radar Riau  membenarkan terjadinya penendangan dan pencakaran oleh OTK. "Saya kena tendang dan dicakar bagian punggung. Atas kejadian ini, saya sudah melapor ke Polresta Pekanbaru atas tindakan penganiayaan. OTK tersebut mengejar saya dengan pisau yang sudah dipersiapkannya sebelumnya," sebut Ramli wartawan koran Radar Riau.

Perihal masalah tersebut, salah satu media lokal yang turut serta memberitakan masalah ini kepada publik - berupaya mengkonfirmasi terduga yang juga merupakan Kepala Inspektorat Riau Syamsurizal melalui telpon selularnya. Namun sayang saat dikonfirmasi,  telepon Syamsurizal sedang tidak aktif atau di luar area. (Tim)