Iklan

YARA Minta' Zikir' Penuhi Janji 1 Juta/ KK

Banda Aceh- Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh ( YARA) meminta Zaini- Muzakir (Zikir) yang saat ini selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh untuk memenuhi janjinya 1 juta/ KK untuk rakyat Aceh, sebagaimana telah dijanjikan pada saat kampanye Pemilukada April 2012 lalu.
Rakyat Aceh mencatat ada 21 janji "Zikir" untuk diwujudkan setelah mereka terpilih. Karena sudah dijanjikan, maka wajar rakyat menagihnya, termasuk dengan masyarakat yang mendatangi kantor Gubernur bulan Desember 2013 lalu, untuk menuntut bantuan Rp. 500 ribu.
"Gubernur dan Wakil Gubernur dapat memenuhi janji-janjinya secara bertahap, dan tak perlu panik. Pihaknya siap membantu Pemerintah Aceh sebagai konsultan dan fasilitator dalam mewujudkan janji Zikir berupa Rp.1 juta/KK kepada rakyat Aceh yang sudah menjadi harapan bagi rakyat," kata Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, SH, dalam pertemuan dengan masyarakat Aceh di Malaysia, Kamis (2/1/2014).
Masih menurut Safar, dalam pertemuan yang berlangsung di Restoran India tepatnya di Komplek Perkantoran Putra Jaya Kuala Lumpur, pemenuhan janji-janji masa kampanye dulu mesti dipenuhi untuk mencegah tindakan anarkisme dari masyarakat. "Kita merasa malu dan sedih mendengar kabar adanya demonstrasi disertai aksi kekerasan berupa perusakan kantor Gubernur dan letusan senjata api dalam menghalau massa," kata Safar.
Dalam pertemuan singkat itu, Safaruddin, menyampaikan pesan yang mana damai Aceh yang masih seumur jagung harus secara bersama-sama dijaga dan dipelihara. Suara letusan senjata api harus dijauhkan dari rakyat. Benih-benih konflik baru harus diredam sejak dini sebelum melebar. "Agar konflik tidak melebar pihaknya meminta polisi untuk melepaskan masyarakat yang ditahan dalam kericuhan di kantor Gubernur beberapa waktu lalu, jangan sampai rakyat Aceh sudah jatuh tertimpa tangga lagi," pintanya.
Safar juga menyinggung untuk membantu Pemerintah Aceh dalam mewujudkan janji-janji masa kampanye dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Aceh, YARA secara khusus melakukan internship (Studi Banding) ketiga Negara Asia Tenggara untuk melihat konsep dan realisasinya. Ketiga Negara dimaksud Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand.
"Dari internship itu, kami sudah mendapatkan input yang sangat berguna untuk diadopsi dan disesuaikan dengan kondisi Aceh terkini. Konsep kesejahteraan rakyat ini akan kami seminarkan lagi setiba di Aceh, dan jika Pemerintah Aceh membuka diri untuk menampungnya, maka YARA siap membantu," ujar Safaruddin.
Sebagaimana pemberitaan media beberapa waktu lalu, Wagub Muzakir Manaf meminta semua pihak, terutama Fraksi Demokrat DPRA, untuk mencari solusi dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat Aceh. "Walaupun tantangan itu ditujukan kepada Fraksi Demokrat, tapi sebenarnya semua pihak harus membantu Pemerintah Aceh. Jangan hanya pandai menuding, tapi berikanlah solusi. Dalam hal ini, YARA sudah memiliki konsep dari studi banding dan hendak melakukan sharing dengan Pemerintah Aceh," demikian pungkas Safaruddin yang juga Ketua Ikatan Advokad Indonesia (Ikadin) Aceh. (Pr- 77)


Powered by Telkomsel BlackBerry®