Iklan

Dugaan Mark Up Sejumlah Paket Proyek Jalan Di Ketapang ,Kadis PU Sudah Minta Diperiksa

KETAPANG-Menyikapi berita “Dinas PU Ketapang Diduga Mark Up Sejumlah Paket Proyek Jalan” yang ditayangkan pada laman ini,Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ketapang Drs.Devy Prantito,MSi kepada Lembaga Kantor Berita Kalimantan,Senin (24/02/2013) di ruang kerjanya menyatakan bahwa agar kasus ini terang benderang dirinya telah meminta kepada Inspektorat Ketapang untuk melakukan pemeriksaan.

“Saya sudah minta kepada Inspektorat Ketapang untuk melakukan pemeriksaan terhadap dugaan penyimpangan sejumlah paket proyek jalan ini,namun sampai saat ini saya belum menerima hasil pemeriksaan itu,”ungkap Devy.

Selanjutnya Devy membuka diri dan mempersilakan Lembaga Kantor Berita Kalimantan untuk melakukan investigasi dan konfirmasi kepada staf-staf ahlinya agar masalah ini jelas.

Atas petunjuk Kadis PU Ketapang,maka Lembaga Kantor Berita Kalimantan pada hari yang sama melakukan konfirmasi kepada salah satu stafnya yang faham dengan duduk persoalan itu,yaitu Saleh Albinus,B.E selaku Pengawas Proyek Jalan Bidang Bina Marga Dinas PU Ketapang.

Menurut Saleh Albinus,bahwa secara keseluruhan di mulainya pekerjaan itu memang agak terlambat dari yang seharusnya,namun Saleh tidak menjelaskan kenapa pekerjaan itu terlambat.

Selanjutnya menyinggung hal peralatan yang dipakai,menurut Saleh,mereka mengutamakan azas efisiensi.

Kemudian,soal jadwal kegiatan yang melampaui batas kontrak,diakui Saleh,telah dilakukan denda sebagaimana mestinya.

“Dan bila sampai 31 Desember tidak selesai,maka dihitung apa adanya,dan kontrak diputus sampai batas akhir tanggal anggaran,serta dibebankan kewajiban bagi kontraktor sebagaimana mestinya,”kata Saleh Albinus,B.E.

Masalah pemblokiran dana proyek yang tidak selesai oleh pengelola proyek bersama pengguna anggaraan,diakui juga oleh Saleh Albinus,itu atas kesepakatan pihak kontraktor.

“Itu atas kesepakatan pihak kontraktor,Bank Pembangunan Daerah dan pihak proyek serta untuk pengamanan dana proyek menyangkut pekerjaan yang belum sesuai diblokir di rekening kontraktor di Bank Pembangunan Daerah Ketapang,”ungkap Saleh Albinus,S.E.

Soal tudingan bahwa Dinas PU Ketapang telah melakukan mark up pada sejumlah paket proyek jalan tersebut,Saleh menyatakan tidak ada mark up.


“Dalam hal perencanaan proyek-proyek itu tidak ada mark up,semuanya telah sesuai dengan ketentuan,” pungkas Saleh Albinus,S.E.***(H/LKBK)

Keterangan Gambar : Saleh Albinus,B.E,Pengawas Proyek Jalan Bidang Bina Marga Dinas PU Ketapang. (doc.lkbk)