Iklan

Tak Layak Pakai, Boat Bantuan DKP Aceh Senilai 1, 5 Milyar Untuk Kelompok Nelayan Usaha Bersama Ditolak

Aceh Timur-  Kelompok nelayan Usaha Bersama (UB), Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur menolak boat pukat GT 35 yang disalurkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh. Penolakan tersebut dikarenakan boat tangkapan ikan dimaksud dinilai tidak layak pakai.

Demikian hal tersebut ditegaskan Ketua Kelompok Usaha Bersama Syarifuddin Ishak atau akrab disapa Kumis kepada Wartawan, Rabu (26/2/14). Menurut Kumis,  boat bantuan ini pembuatannya kurang baik dan kami belum berani membawa untuk melaut melakukan penangkapan ikan serta ditakutkan terjadi hal- hal yang tak diinginkan," ungkap Kumis yang juga mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Dijelaskannya, sejak boat bantuan tersebut diterima pihaknya pada 23 Desember 2013 lalu hingga saat ini belum dapat dioperasikan, hal itu disebabkan kualitas boat tersebut diragukan atau perakitannya kurang baik. " Kondisi boat bocor dan alat tangkapnya kita menduga kurang panjang dan kedalamannya tidak sesuai ," sebutnya.

"Hasil perkiraan pihaknya menduga pembuatan boat tersebut hanya menghabiskan biaya sekitar Rp. 700 juta, sementara informasi yang kita peroleh anggaran untuk pembuatan boat bantuan itu lebih kurang bekisar Rp. 1,5 M bersumber dana dari Otsus tahun 2013. Dan adapun perusahaan yang melaksanakan pembuatan boat ini adalah CV. Bandar Nusa Grup," terang Kumis.
  
Ditegaskannya, terkait tidak dapat digunakan boat bantuan tersebut untuk dioperasionalkan menangkap ikan dilaut lepas sudah dilaporkan pihaknya kepada dinas terkait, akan tetapi hingga sekarang ini belum ada tanggapan apapun dari dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.

" Jika boat ini tidak dapat dioperasikan maka kami juga mengalami kerugian, terutama untuk biaya penjagaan boat yang disandarkan di Pelabuhan kuala Idi Rayeuk yaitu Rp. 100 ribu perharinya," jelas Kumis sembari mengharapkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh dapat mengecek kembali terkait kondisi boat bantuan itu, jangan dibiarkan terus berlarut sehingga akhirnya boat ini bertambah lagi kerusakannya. (d- 77)