Iklan

Indonesia Sambut Baik Penyelenggaraan Business Forum & Trade Expo

Untuk Bantu Pembangunan Palestina

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut baik Business Forum dan Trade Expo yang akan memberikan peluang ekonomi lebih banyak bagi masyarakat Palestina. Hal ini disampaikan Presiden saat membuka konferensi tingkat Menteri CEAPAD II (Conference on Cooperation among East Asian Nations for Palestine Development), di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI, Sabtu (1/3) pagi.
Dalam konferensi kali ini pihak swasta banyak dilibatkan untuk mempercepat tercapainya program yang menyejahterakan rakyat Palestina. Program ini didukung penuh oleh IDB (Islamic Development Bank) dan Kadin Komite Timur Tengah serta OKI. Konferensi ini akan diisi dengan paparan mengenai potensi dan kemampuan yang dapat ditawarkan oleh Palestina dan Indonesia serta negara negara Asia Timur peserta konferensi lainnya. Kedua paparan tersebut akan dilakukan langsung oleh pejabat tingkat menteri dari kedua negara.
Business Forum dan Trade Expo akan berlangsung tanggal 1 dan 2 Maret di Hotel Borobudur Jakarta. Sekitar 30 perusahaan Palestina dan perusahaan dari beberapa negara Asia Timur akan mengisi pameran perdagangan ini, dengan memamerkan produk-produk unggulan masing-masing. Sejumlah negara Asia Timur yang turut serta dalam konferensi ini diantaranya Jepang, Thailand, Uni Emirat Arab, Brunei Darussalam dan Singapura. Negara Asia Timur dinilai banyak pihak merupakan mesin pertumbuhan ekonomi global yang memiliki pengalaman serta kemampuan untuk mendukung negara Palestina
Konferensi ini juga mewadahi upaya negara-negara Asia Timur anggota CEAPAD untuk membantu peningkatan pembangunan kapasitas negara Palestina. Indonesia telah melatih sekitar 1.000 orang Palestina dari tahun 2008 hingga 2013. Bantuan teknis ini setara dengan Rp 118 milyar atau 10 juta dollar AS. Dengan program peningkatan kapasitas ini diharapkan Palestina akan memiliki cukup banyak sumber daya manusia yang terampil, yang dapat mendukung pengelolaan negara Palestina yang efektif, terutama di masa depan, apabila Palestina telah sepenuhnya menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.




Hubungan bilateral Indonesia dan Palestina terus mengalami peningkatan sejak pertama dibuka pada Oktober 1989. Di bidang pariwisata tercatat lebih dari 48.000 warga Indonesia berkunjung ke Yerusalem di tahun 2012. Selain itu Palestina memiliki kota tujuan ziarah religi lain seperti Bethlehem, Yerikho dan Hebron yang sering dikunjungi warga nasrani Indonesia. Sementara itu volume perdagangan Indonesia dan Palestina membaik menjadi 1 juta Dollar AS di tahun 2012. Setelah sebelumnya mencapai 117.700 Dollar AS di tahun 2011. (red)