Iklan

Konsolidasi Internal Partai, PDIP Aceh Datangkan Jokowi

Langsa - PDI Perjuangan Provinsi Aceh dalam rangka pemenangan pemilu legislatif dan pemilu presiden 2014, tak tanggung-tanggung mendatangkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atu Jokowi dalam acara Konsolidasi Internal Partai, Sabtu (7/3) malam, di Hotel Harmoni Jalan Ahmad Yani, Kota Langsa.

Hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua Badan Pemenangan Pemilu Pusat Ir. H. Joko Widodo, Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, H. Karimun Usman, Wakil Ketua DPD, H. Zulkifli Budiman, Sekretaris DPD, Azfili Ishak, SH, Ketua DPC PDI Perjuangan Aceh Tamiang, Tgk. Rusli, Wakil Ketua DPRK Aceh Tamiang, Armin Muis,  Wakil Wali Kota Langsa, Drs. Marzuki Hamid, Caleg DPRK/DPRA/DPR RI dan seluruh kader PDI Perjuangan se-Aceh.

Ketua Panitia yang juga sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Langsa, Syahrial Salim mengatakan, bahwa konsolidasi ini atas hasil keputusan rapat DPD dan DPC se-Provinsi Aceh tentang tempat konsolidasi PDIP Perjuangan. Sedangkan sumber dana merupakan hasil gotong royong DPC se-Provinsi Aceh, acara dilaksanakan selama satu hari. Dan sebenarnya dilaksanakan pada hari Minngu di Stadion Langsa.

"Tapi karena ada sesuatu hal maka acara dipercepat pada malam ini, dengan jumlah peserta lebih kurang 250 orang, terdiri dari Pengurus DPD, DPC dan kader PDI Perjuangan se-Provinsi Aceh," kata Syahrial.
Sedangkan Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Karimun Usman dalam sambutannya mengungkapkan bahwa caleg PDIP Aceh untuk DPRK sebanyak 337 orang, DPRA sebanyak 74 orang dan DPR RI sebanyak 11 orang. Untuk caleg perempuan melebihi kuota bahkan mencapai 35 %.
Lanjutnya, kita harus selalu menjaga marwah partai, diantara dapil para caleg jangan saling menjelekkan dan menunjukan paling hebat, yang penting saling merangkul. Jangan ada caleg PDIP membawa partai nasional lain tapi harus membawa caleg PDIP sampai ke pelosok desa.

"Kita jangan terpengaruh pada survey, PDIP tetap sejajar dengan partai-partai nasional lain di Aceh. Saya selaku Ketua DPD PDIP Aceh pada rakernas bulan september yang lalu, Aceh mengusulkan Bapak Jokowi untuk dicalonkan sebagai Presiden dan hampir semua DPD seluruh Indonesia mendukungnya. Kita berharap sebelum pileg, Bapak Jokowi sudah dideklarasikan sebagai calon Presiden dan Aceh siap untuk memenangkannya," terang Karimun Usman.

Kemudian Wakil Walikota Langsa, Drs. Marzuki Hamid dalam sambutannya juga mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang telah membuat acara konsolidasi di Kota Langsa, karena kita ketahui Langsa sebagai kota perdagangan dan jasa, sehingga dengan banyaknya kegiatan-kegiatan di Langsa maka semakin banyak menambah manfaatnya. "Kalau bisa mohon Bapak Jokowi sebelum uangnya habis jangan pulang dulu ke Jakarta," canda Wakil Walikota Langsa.

Menurutnya, membangun Indonesia harus dimulai dengan memperbaiki parpol karena parpol bisa melahirkan kader-kader masa depan yang lebih baik, amanah yang mampu menjawab permasalahan-permasalahan bangsa.

"Kegiatan ini sangat tepat dan bagus dalam rangka memperbaiki kinerja partai, kepada seluruh parpol yang ada di Aceh agar dalam konteks pembangunan Aceh menjadikan MoU Helsinky dan UUPA sebagai landasan untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh. Saya yakin kemakmuran di Aceh akan menjadi kenyataan di masa yang datang. Meskipun sementara masih banyak regulasi yang belum lahir dan itu butuh perjuangan.  Saya berharap parpol harus berkomitmen agar bersama-sama membangun Aceh," demikian pinta Marzuki Hamid.

Sementara Jokowi dalam kata sambutannya mengatakan bahwa dirinya ke Langsa seperti pulang kampung, karena pada tahun 1986 dan 1987 saya bekerja di Aceh tepatnya di Lhokseumawe dan Takengon.
Menurutnya, tahun ini tahun penentuan PDIP, jika pada tahun ini kita tidak bisa memegang presiden maka akan menunggu lima tahun kedepan dan ini lama sekali. Jika kita tidak pegang pemerintahan maka kita tidak bisa bekerja sesuai harapan rakyat.

Jokowi mengungkapkan politik itu tidak kotor tapi suci yang dikotori oleh oknum-oknum yang disitu. Saat ini rakyat rindu kejujuran dan rindu pemimpin yang punya integritas, spanduk dan baliho tidak perlu karena memasang baliho hanya menghabiskan uang. Yang perlu dilihat masyarakat kita bekerja, rakyat pingin pemimpinnya bekerja. tapi kita harus fokus untuk menguasai TPS.

"Jadi saya mengharapkan kita berbuat, caranya kita bekerja di depan rakyat. Ada persoalan selesaikan, ada masalah selesaikan," katanya.

Capres dari PDIP nanti akan diumumkan, yang terpenting sekarang kita harus bekerja semaksimal mungkin karena kita partai ideologis yang sangat jelas ideologinya.
"Politik sekarang butuh kejujuran dan integritas, di Aceh kita inginkan menang pada pemilu 2014, saksi harus ada di TPS dan harus betul-betul dibekali, harus berani protes, harus berani ngomong jangan sampai suara banyak yang hilang dan ini bisa terjadi karena ini politik," tegas Jokowi. (d- 77)
Powered by Telkomsel BlackBerry®