Iklan

Paduka Yang Mulia WN Hadiri Maulid Pemkab Aceh Timur

Aceh Timur- Tgk. Malik Mahmud Al Haytar selaku Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh menghadiri Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, Kamis (6/3) di lapangan Titi Baroe Kecamatan Idi Rayeuk. Adapun tema yang diangkat "Marilah Kita Perkuat Ukhuwah Islamiyah, Tingkatkan Iman dan Taqwa Kepada Allah SWT"

Acara yang dihadiri langsung oleh Paduka Yang Mulia Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al- Haytar, Ketua MAA Provinsi Aceh, Bupati Aceh Timur, Wakil Bupati Aceh Timur, Ketua MAA Aceh Timur, Ketua MPU Aceh Timur, Ketua MUNA Aceh Timur, Ketua DPRK Aceh Timur, Abu Tumin, Ketua KPA Wilayah Peureulak, Mayjend TNI Purn Djali Yusuf, Caleg DPR RI Yudha Johansyah, anggota DPRK Aceh Timur dari PA, Muspida dan Muspika serta para tamu undangan sekitar 2000 orang.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al- Haytar juga dipeusijuk oleh ulama-ulama Aceh Timur antara lain Abu Paya Pasi, Abu Rahman, Abu Ramli dan Tgk. Bukhari Hasan.
Bupati Aceh Timur Hasballah M. Thaib atau Rocky dalam sambutan sebelumnya meminta, Malik Mahmud menyampaikan kondisi Aceh Timur ke Gubernur Aceh dan Presiden RI di Jakarta, karena Aceh Timur masih membutuhkan berbagai bentuk bantuan melalui kementerian-kementerian. "Aceh Timur masih butuh bantuan, baik untuk mendukung fasilitas umum ataupun dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh Timur itu sendiri," tuturnya.

Dia mengajak, seluruh komponen masyarakat untuk bahu membahu dalam membangun Aceh Timur ke arah yang lebih baik. Tanpa dukungan tersebut mustahil Aceh Timur mengarah sebagaimana Visi – Misi Bupati/Wabup Aceh Timur. "Kemiskinan masih di angka 60 persen. Sektor petanian dan kelautan lebih mendominasi Aceh Timur, sehingga Wali Nanggroe diharapkan ikut memberikan motovasi dan berfikir ke Aceh Timur dalam membangun Aceh secara menyeluruh," timpa Bupati Rocky.

Selanjutnya Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al- Haytar juga memberikan petuah kepada masyarakat Aceh Timur, yang menjelaskan tentang perjanjian yang saya tandatangani atas nama GAM-RI melalui MoU Helsinki yang menghasilkan UUPA adalah milik seluruh rakyat Aceh, untuk itu diharapkan seluruh masyarakat menjaga perdamaian Aceh karena perdamaian diperoleh melalui perjuangan selama 30 tahun dengan mengangkat senjata. Kita harus menghargai dan menjaga pengorbanan para syuhada.

"Kedepan diharapkan Aceh lebih baik dengan menjaga keamanan karena kalau Aceh tidak stabil maka RI juga tidak akan stabil," tuturnya.

Wali Nanggroe juga mengingatkan agar kita jangan sampai menguras kekayaan alam yang ada di bumi Aceh hanya untuk mendapatkan kekayaan sesaat namun tidak menjaga kelestarian alam. Kedepan kita akan mengaturnya dengan UU untuk menjaga kekayaan alam yang diberikan Allah baik yang ada di muka bumi maupun yang ada di dalam perut bumi.

Lebih lanjut, Wali Nanggroe juga menjelaskan bahwa Presiden SBY juga sudah berjanji untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan antara Aceh dan pemerintah pusat. Masih ada perjuangan politik yang harus dilakukan rakyat Aceh, ini harus dipahami seluruh rakyat Aceh.

"Jangan sampai kita terpengaruh dengan pihak-pihak yang akan memperkeruh suasana di Aceh. Kalau Aceh dalam kondisi ketertinggalan pembangunan maka akan menjadi permasalahan dan malapetaka bagi pemerintah pusat. Karena Aceh sudah menjadi perhatian dunia internasional, apabila tidak kita jaga bersama maka Aceh akan selalu dalam ketertinggalan," demikian kata Wali Nanggroe Aceh, Tgk. Malik Mahmud Al- Haytar.

Acara dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan oleh Tgk. Misran Fuadi dari Aceh Utara yang intinya Wali Nanggroe dan jajaran Pemkab Aceh Timur serta Ulama dan masyarakat Aceh Timur berupaya agar teladan Nabi Muhammad SAW bisa diteladani dalam kehidupan sehari-hari. (d- 77)
Powered by Telkomsel BlackBerry®