Iklan

Tingkatkan Mutu Dalam Mengawasi Pemilu, Bawaslu Aceh Gelar Sosialisasi Penyiaran

Langsa – Dalam upaya menciptakan serta meningkatkan mutu dalam mengawasi pemilu pileg 2014 mendatang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Propinsi Aceh yang bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh menggelar acara sosialisasi pengawasan kampanye melalui pemberitaan penyiaran dan iklan kampanye oleh lembaga penyiaran, Senin (10/3/14), di Hotel Harmoni Kota Langsa.
Acara sosialisasi tersebut diikuti dari berbagai lembaga penyiaran baik dari media cetak, elektronik dan televisi dari seluruh Aceh. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang No.24 Tahun 1997 tentang penyiaran serta Undang-Undang No.32 Tahun 2002 tentang penyiaran mengenai demokratisasi penyiaran.
Dalam sambutannya Ketua KPI Aceh, Muhammad Hamzah mengatakan, meskipun kegiatan sosialisasi ini sudah terlambat apalagi eskalasi politik di Aceh semakin meningkat, kemudian pihak media juga sudah melakukan kegiatan publikasi pemilu sebelum diperbolehkan sesuai jadwal kampanye yakni mulai tanggal 16 Maret – 5 April 2014.
Menurutnya, saat ini banyak kampanye yang dilakukan peserta pemilu dengan berkedok kegiatan-kegiatan yang memanfaatkan lembaga penyiaran. Meskipun demikian, kita berharap pelanggaran yang dilakukan oleh peserta pemilu di Aceh bisa diminimalisir. KPI Aceh untuk meminimalisir pelanggaran tersebut, telah melakukan berbagai kegiatan sosialisasi termasuk talk show di TVRI, TV Aceh dan di radio-radio.
"Sosialisasi ini diharapkan memberikan pemahaman agar pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sekarang secara terus-menerus oleh peserta pemilu dapat dilaporkan, dikaji kemudian akan diberikan sangsi. Selain itu lembaga penyiaran juga akan diberikan teguran bahkan akan melakukan pelarangan melakukan penyiaran apabila tidak mentaati perundang-undangan penyiaran mengenai pemilu," terang Muhammad Hamzah.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Aceh Askalani, S.TH, MH ketika membuka secara langsung acara sosialisasi itu mengungkapkan, yang mana terkait tentang peran media dalam proses pemilu atau dalam pembangunan daerah khususnya di Aceh.
Kata Askalani, media sangat berperan penting dalam segala hal termasuk mengangkat derajat pejabat namun juga bisa berbanding terbalik apabila media memberitakan hal-hal yang negatif. "Kita harapkan dengan sosialisasi ini, lembaga penyiaran bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat agar pelaksanaan pemilu bisa berjalan secara langsung, umum, bebas dan rahasia sehingga pemilu ini sukses, aman dan damai," demikian pinta Askalani.
Acara sosialisasi dilaksanakan selama satu hari sejak tanggal 10-11 Maret 2014, dengan pemateri yang berasal dari Komisi Penyiaran Indonesia Aceh dan Bawaslu Aceh. (Korlip Zona Timur| F 75 )

Powered by Telkomsel BlackBerry®