Iklan

Gathering Wartawan di Pemkot Hanya Hamburkan Duit

Malang,- Kegiatan ghatering dengan wartawan harian maupun mingguan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang, ada dugaan hanya membuang anggaran, pasalnya dari pantauan wartawan beritalima.com dilapangan, kegiatan tersebut tak ada urgensi acara yang penting, sesuai yang tertera dalam undangan yang di share baik melalui sms maupun undangan kertas.
Yang berisi "di mohon kehadirannya seluruh wartawan dalam acara Gathering Bagian Humas pada hari Jumat, 25/04/14 pukul 08.00 di BBI (Balai Benih Ikan) Tlogowaru".
Kegiatan gathering itu dibuka langsung oleh Wakil Walikota Malang Sutiadji. Dalam sambutannya Wakil Walikota mewakili Jajaran Pemkot Malang hanya menyampaikan sekelumit kata kepada seluruh wartawan yang hadir, agar semua wartawan baik mingguan maupun harian bisa bekerjasama dengan baik.
Tak hanya dari Wakil Walikota sambutan juga diberikan oleh Taufik yang mewakili dari kelompok wartawan dengan menyampaikan sekaligus menghimbau agar selaku media rekan - rekan media harus bias dan bersinergi dengan Pemkot.
"Pada intinya kita berharap rekan - rekan media agar bisa bersinergi dengan Pemerintah Kota Malang", katanya dalam sambutan gathering di Balai Benih Ikan Tlogowaru Kota Malang, Jum'at 25/04/14.
Sementara itu kegiatan gathering tersebut mendapat kritikan keras dari Persatuan Wartawan Malang Raya (PWMR), menurut M. Tajuddin Mahri selaku Ketua Umum mengatakan bahwa gathering yang diadakan oleh Pemkot
tidak mempunyai tujuan yang jelas.
"Maksud dan tujuannya apa? Misinya pun apa? Yang akan didapatkan setelah acara tersebut selesai", jelasnya.
Ditambahkan M. Taufik Affandi, SH humas PWMR, berdasarkan pengalaman sebelumnya bahwa kegiatan saat ini tidak memberikan solusi yang konkrit karena selama ini bukan rahasia umum lagi kalau Pemkot Malang hanya bekerjasama dengan awak media yang biasa diberikan fasilitas istimewa, agar pemberitaan yang kritis dan membangun demi kemajuan Kota Malang tidak muncul.
"Dapat kita lihat dengan Media yang menusung Idialisme dan sifat kritis berkaitan dengan kebijakan Pemkot tidak ada kerjasama yang pernah ditawarkan baik itu informasi tentang kegiatan Pemkot maupun rencana Anggaran", katanya.
Keadaan ini yang berakibat faktor simbosis mutualisme yang salah kaprah antara oknum wartawan markus dan oknum SKPD Pemkot Malang, serta ada dugaan indikasi korupsi dan kolusi baik lewat jual beli proyek anggaran maupun alokasi dana iklan.
Selanjutnya terkait hal tersebu hingga berita ini diturunkan Ali M. Selaku Kabag humas Pemkot Malang tak dapat dihubungi. (Sn/fik)