Iklan

YARA: Gubernur Aceh Bohongi Publik

Banda Aceh- Pernyataan Gubernur Aceh bahwa hukum Islam tidak berlaku untuk kalangan non muslim bertolak belakang dengan isi qanun no 7 tahun 2013 tentang Hukum Acara Jinayah pasal 5 yang menyatakan bahwa hukum jinayah berlaku untuk setiap orang di Aceh.

Menurut Kajati Aceh, Tarmizi,SH.MH, dan anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil, bahwa yang di maksud dengan berlaku bagi setiap orang di Aceh sudah sangat jelas dan tidak perlu penafsiran lagi.

"Adanya pembohongan publik oleh orang nomor 1 Aceh ini terungkap dalam pengajian KWPSI yang menghadirkan dua narasumber yang mempunyai kapasitas dalam bidang tersebut, yaitu Kajati Aceh dan anggota komisi III DPR RI Nasir Djamil," demikian ujar Direktur Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, SH melalui pers realesnya, Sabtu (19/4/14). 

Untuk itu," YARA menuntut Gubernur Aceh untuk sesegera mungkin menarik pernyataannya agar tidak terjadi pembohongan publik yang menyesatkan dan berkesinambungan," Kata Safaruddin.

Safaruddin yang juga Ketua Tim Pengacara Muslim Aceh, mensinyalir Gubernur sengaja melakukan pembohongan publik karena takut pada pihak asing yang tidak menginginkan pelaksanaan syariat islam secara kaffah di Aceh. 

Selain itu, Gubernur ingin menyalahkan syariat Islam atas keenganan investor datang ke Aceh.

Kabarnya Gubernur Aceh sudah pernah di panggil oleh sejumlah Dubes Asing dari Eropa termasuk Duta Besar Swedia untuk membahas isu syariat Islam." Dalam hal ini kami melihat Gubernur Aceh tidak independen dan tidak berdaulat," kata Safar.

"Kami meminta gubernur untuk tidak lagi menyalahkan syariat Islam atas ke engganan investor datang ke Aceh. Banyak negara di dunia yang menerapkan hukum Islam tetapi banyak investor yang melakukan investasi di negara tersebut, kami minta kepada gubernur sebagai orang yang sudah berusia lanjut dan menjadi pemimpin di negeri syariat Islam agar insaf dan tidak lagi melakukan kekeliruan dengan mengkambing hitamkan syariat Islam," timpal Safaruddin (d- 77)


Powered by Telkomsel BlackBerry®