Iklan

380 Lebih Buruh PT.Patria Kamoe Terancam Menganggur

ACEH TIMUR - Sebanyak 380 orang lebih buruh atau karyawan PT.Patria Kamoe berada di kawasan pedalaman Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur terancam akan menjadi penganguran. 

Ikhwal tersebut diperkirakan akibat aksi warga Gampong Gajah Mentah yang mengklaim dan menduduki lahan produktif HGU perusahaan itu sebagai tanah milik gampong (Desa). 

Demikian disampaikan salah seorang perangkat gampong Seunebok Aceh, Kecamatan Sungai Raya, Aceh Timur yang juga meminta kepada Wartawan, Kamis (29/5) agar jati dirinya tidak disebutkan. " Bahwa hampir 60 persen warganya yang kini bergantung hidup pada kebun Gajah Mentah, Patria Kamoe ini," ujarnya.

Menurutnya, akibat adanya sebahagian warga gampong Gajah Mentah yang menuntut lahan HGU PT. Patria Kamoe untuk menjadi areal perkampungan atau lahan pribadinya nantinya, tentu sangat merugikan masyarakat Seunebok Aceh yang juga berbatasan langsung dengan kebun Gajah Mentah-PT.Patria Kamoe itu.

" Kerugiannya jelas dalam bentuk materi bagi warga Seunebok Aceh yang bekerja disana dengan kondisi perusahaan terdesak oleh pihak tertentu, sehingga dikhawatirkan akan menutup perusahaannya, ataupun lamban dalam membayar upah pekerja," pungkas aparatur gampong Seunebok Aceh ini.

Bahkan Ia menekankan kepada Pemerintah Aceh Timur untuk dapat mencermati dengan sebaik mungkin terhadap tuntutan warga Gajah Mentah tersebut, bahkan dengan pernyataan Bupati Aceh Timur akan membebaskan seluas 300 hektar lahan dimaksud untuk masyarakat. " Bukankah hal itu nantinya akan menjadi kesenjangan sosial dengan gampong lainnya yang berbatasan langsung dengan perkebunan, apalagi warga Gajah Mentah yang menuntut lahan HGU ini banyak penduduk pendatang dari luar kecamatan Sungai Raya," tegasnya.

Sebagaimana diketahui bersama dan bukan ia-nya membela perkebunan, akan tetapi dirinya yang merupakan putra daerah gampong Seunebok Aceh menyatakan, bahwa PT. Patria Kamoe tidak pernah menyerobot tanah  milik gampong Gajah Mentah, " malahan sebaliknya, warga setempat yang menduduki areal produktif  perkebunan," jelasnya lagi.

Lebih lanjut ditegaskannya, akibat persoalan yang hingga belum ada penyelesaiannya secara konkrit dan semua pihak diharapkan dapat menahan diri dan jangan sampai terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan oleh kita semua. " Karena itu diharapkan sengketa lahan HGU Patria Kamoe ini bisa terselesaikan dengan secepatnya serta Pemkab Aceh Timur harus menjadi penengah yang adil dan bijaksana," demikian pinta perangkat gampong Seunebok Aceh itu. (d- 77)