Iklan

Danrem Buka TMMD di Pante Bidari

Aceh Timur – Danrem 011/LW Kolonel Inf. Hipdizah membuka secara resmi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 92 Tahun 2014 di Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari—Lhoknibong, Kabupaten Aceh Timur, Rabu (21/5). Hadir antara lain, Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syamaun dan Kapolres Aceh Timur AKBP Muhajir,S.Ik,MH serta Ketua DPRK Aceh Timur Tgk. Alauddin SE.

Dandim 0104 Aceh Timur Letkol Inf. Mujahidin dalam laporan sebelumnya mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan berupa penimbunan dan pengerasan jalan sepanjang 5X5.000 meter, perbaikan jembatan kayu ukuran 4X24 meter dan pembuatan gorong-gorong sebanyak tiga titik. "Kegiatan TMMD kali ini juga diisi dengan penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian, penyuluhan bela negara dan penyuluhan hukum," kata Dandim 0104 Atim.

Letkol Inf.Mujahidin mengatakan, selama berlangsunya TMMD di Aceh Timur pihaknya melibatkan 110 prajurit TNI, 3 Polri, 10 pegawai Pemkab Aceh Timur dan 50 masyarakat. "TMMD ini akan berlangsung sejak 21 Mei – 10 Juni 2014," ujar Dandim Mujahidin.

Kepala Staf Angkatan Darat Jendral TNI Budiman dalam sambutan yang dibacakan Danrem 011/LW Kolonel Inf. Hipdizah mengatakan, program, TMMD adalah program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian, Lembaga Non Kementerian dan Pemda serta segenap lapisan masyarakat. Melalui program tersebut diharapkan dapat mewadahi aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah pedesaan. Sebab, proses perencanaan TMMD selalu diawali dengan melibatkan berbagai instansi dan masyarakat sebagai pelaku dan pengguna  hasil TMMD serta disusun dengan system bottom up planning.

Sebagaimana diketahui, lanjut Letkol Hipdizah, selama ini program TMMD telah membantu tugas pemerintah di daerah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah dan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. "Melalui program TMMD secara berkesinambungan, diharapkan akan dapat mewujudkan ketahanan masyarakat yang tangguh dalam menghadapi sebagai bentuk ancaman yang muaranya akan berdaya guna bagi kepentingan pertahanan negara," kata Hipdizah.

Dalam proses pemikiran TNI, untuk mendukung terwujudnya pertahanan negara di daerah yang tangguh, TNI bertepatan memilih TMMD sebagai salah satu bentuk pengabdian, disamping sebagai upaya TNI melestarikan nilai sejarah, terutama nilai kemanunggalan TNI-Rakyat. "Tema TMMD Ke 92 kali ini adalah 'Dengan program TNI Manunggal Membangun Desa, TNI bersama Polri, Kementerian/Lembaga pemerintah non kementerian, pemerintah daerah dan seluruh komponen bangsa lain, kita optimalkan pembangunan di pedesaan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat," demikian Kolonel Hipdizah.
 (d- 77).