Iklan

Terkait Pembangunan RSUD Idi, PT. Medco ' Sungkem' Pemkab Atim

IDI –  Setelah sekian lama terjadi deadlock ( Kebuntuan_ Red) antara pemerintah Aceh Timur dengan PT Medco E&P Malaka terkait pembangunan RSUD Idi. Namun, PT Medco E&P Malaka kembali sungkem atau duduk bersama dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur untuk mencari masukan soal pembangunan Rumah Sakit tersebut,  Jumat (23/5) di Aula Kantor Setdakab Aceh Timur di Pusat Perkantoran di Idi.

Rapat yang dimulai pukul 10:30 dan selesai pukul 11:30 Wib itu hadir dari Pemkab Aceh Timur antara lain,  Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat, S.STP,M.AP, Direktur RSUD dr. Munawwir,Sp.B, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Daerah (PUD) Ir Mahyeddin,  Kepala Diskoperindag Koperasi Ir. Yusri, Kepala Bappeda Husni Tamrin, Kabag Hukum Setdakab Aceh Timur dan Ahmad Emda, SH, MH (Ketua Komisi A DPRK Aceh Timur) serta Tgk. M. Yunus (Wakil Ketua Komisi E DPRK Aceh Timur). Sementara pihak PT Medco E&P Malaka hadir Samin Tanjung dan Ainsyah serta sejumlah staf kehumasan PT Medco.


Sekda Aceh Timur M. Ikhsan Ahyat,S.STP,M.AP dalam kesempatan itu meminta, pihak PT Medco segera memfinalisasikan gambar rencana pembangunan RSUD Idi, sehingga pembangunannya bisa segera dilaksanakan dan dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat Aceh Timur. “Kita harapkan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan pembangunannya dapat direalisasikan segera, karena Aceh Timur butuh RSUD yang lebih baik,” sebut M Ikhsan Ahyat.


Alumni Pamong ini juga menambahkan, dalam tahapan pembangunan diminta juga diperhatikan ketersediaan air bersih yang merupakan sarana yang tidak bisa dipisahkan dari sebuah pembangunan gedung, terutama fasilitas RSUD. “Kita harapkan pembangunan RSUD Idi yang akan menggunakan anggaran dari CD sebesar Rp70 miliar ini tidak sia-sia, apalagi dalam perjalanannya telah mengalami perubahan gambar dari dua lantai kini menjadi satu lantai dengan pertimbangan meringankan biaya operasional RSUD Idi yang nantinya dikelola oleh Pemkab Aceh Timur dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK),” imbuH Sekda M. Ikhsan Ahyat.


Wakil Ketua Komisi E DPRK Aceh Timur,  Tgk Muhammad Yunus dalam kesempatan yang sama meminta, pihak PT Medco E&P Malaka juga memperhatikan mushalla yang lokasinya tidak terlalu berdekatan dengan Kamar Jenazah dibagian belakang, tapi berada di tengah-tengah. “Keberadaan mushalla disebuah RSUD Idi sangat dibutuhkan, karena RSUD Idi kita ini dibangun di Aceh yang mayoritas penganut agama Islam dan daerah yang sedang menggalakkan Syariat Islam (SI),” katanya. (d- 77)