Iklan

Ali Badri Mendukung Penutupan Lokalisasi ber Usia 60 Tahun

H. Ali Badri Zaini Saat Orasi
Surbaya --  Jadikan Surabaya Kota Prestasi Bernuansa Religi, itulah pesan spanduk yang dibentangkan di depan Grahadi (18/6).

Tidak hanya spanduk dan bener dalam ukuran besar, Gerakan Umat Islam Bersatu Jawa Timur Dibawah naungan MUI, tampak hadir Tokoh Kyai dan Alim Ulama yang ikut  mendukung penutupan Doliy, dengan tema Tabliq Akbar  di depan Grahadi  ini diikuti oleh ribuan Muslimin dan muslimat yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI), NU, ikatan pelajar Muhammadiyah Laskar Muhammadiyah, dan ormas lainnya se Jawa Timur.

Koordinator kegiatan ini dalam sambutannya menyampaikan, tabliq Akbar ini diadakan dalam rangka menyongsong Penutupan Lokalisasi Terbesar di asia yaitu Dolly" tutur Ust. KH. Abdurrahman Azis M.Si selaku Koordinator GUIB Jatim

Sebelum pernyataan sikap GUIB Jatim diawali dengan tauziah yang diisi oleh Ust. Abdullah azam, ust. Nur Hidayat, Ust. Ibnu Ali Tama dan Ust. Slamet Junaedi, "Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allhu Akbar, rejeki bisa kita dapatkan di tempat yng lain, kita ucapkan terima kasih kepada pemerintah kota Surabaya dan Provinsi Jatim" tutur Ust. Nur Hidayat dalam tauziahnya

Dalam orasinya H. Ali Badri. Menyampaikan, berdirinya lokalisasi dolly di surabaya ini diawali dengan ibu Dolly 60 tahun silam, dan kita selama 60 tahun telah dipengaruhi oleh kemaksiatan, kita harus dukung penutupan lokalisasi dolly ini, jangan takut, dibelakang kita ada penegak hukum yang siap membantu penutupan ini" kata R. H. Ali Badri Zaini dalam orasinya.

Pernyataan sikap GUIB Jatim Kita dukung upaya pemerintah yang akan menutup lokalisasi yang dimulai dari Dolly dan akan berlanjut ke seluruh kabupaten kota se Jawa Timur.
(Di)