Iklan

PORA Ke XII Resmi Dibuka

ACEH TIMUR - Pekan olahraga Aceh (Pora) ke- XII Tahun 2014 resmi dibuka oleh Gubernur Aceh dr.H.Zaini Abdullah, Sabtu (14/6) yang dipusatkan di Kabupaten Aceh Timur. Selain dihadiri para Bupati/Walikota se Aceh, sesi pembukaan juga dihadiri oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kemenpora RI dari Jakarta.

Dalam sambutan Gubernur Aceh mengucapkan selamat datang kepada para atlit dari kabupaten/kota yang mengikuti PORA dan memberikan semangat kepada para atlit pilihan yang di utus untuk mengikuti kompetensi ini, karena itu beliau mengharapkan kepada  para atlet berjuang sekuat tenaga untuk melakukan yang terbaik dan bisa mengharumkan nama Aceh dan nama Daerah di Tingkat Nasional.

Zaini Abdullah menegaskan, bahwa Pemerintah Aceh akan memberikan perhatian khusus kepada para atlet-atlet yang berprestasi, Kegiatan multi event olahraga tingkat provinsi yang diselengarakan  sekali dalam empat tahun dan event ini juga tidak hanya penting untuk mencari bibit-bibit olahraga terbaik di Aceh tapi sebagai sarana untuk menilai hasil pembinaan olahraga yang dilakukan di masing-masing daerah.

Pelaksaan kegiatan ini sejalan dengan Amanat UUD nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional, yang mengharuskan adanya pembinaan olahraga yang dimulai dari tingkat terkecil di daerah hingga tingkat Provinsi dan Nasional dan Pemerintah Aceh terus mendorong agar pemerintah Kabupaten/Kota aktif untuk menyelenggarakan pembinaan olahraga di daerah masing-masing melalui berbagai kompentensi dasar.

Kata Zaini, dengan semangat inilah pemerintah mendorong untuk aktif melaksanakan berbagai kegiatan olahraga dari semua tingkat, baik dari tingkat kabupaten/kota, tingkat khusus pelajar, tingkat kelompok umur dan lainnya.

Dengan pelaksanaan kegiatan PORA ini bahwa pemerintahan Aceh begitu serius dalam membina atlit- atlit diseluruh Aceh oleh karena itu para atlit- atlit yang ikut dalam event ini akan terus di pantau oleh para pemandu bakat dan akan diasah lebih khusus untuk kelak menjadi atlit yang tangguh dan mampu berbicara di tingkat yang lebih tinggi.

Oleh karenanya, Gubernur Aceh mengharapkan para atlit yang bertanding dalam PORA ini agar mengeluarkan semua kemampuan terbaik untuk mencapai prestasi terbaik dan bias mengikuti event nasional seperti pra kualifikasi PON ke 19 tahun 2016 di Jawa Timur.

Sebelum menutup sambutannya, Gubernur Aceh menghimbau Aceh Timur selaku tuan rumah Pora XII agar menjadi tuan rumah yang baik dengan aktif memperhatikan kebutuhan dasar para atlit, dan penunjukan Aceh Timur juga didorong oleh pemerintah Aceh untuk memacu pembangunan sarana dan prasarana olahraga di daerah itu.
Sementara itu, Bupati Aceh Timur Hasballah HM. Thaib atau Rocky mengucapkan selamat datang kepada Gubernur Aceh, walaupun disela-sela kesibukan beliau yang sangat padat tapi masih menyempatkan diri untuk mengunjungi kami. Dan dengan kedatangan bapak merupakan percerminan rasa kepedulian dan perhatian yang sangat besar terhadap Aceh Timur.

"Terimakasih kepada Pemerintah Aceh karena sudah memberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan sekaligus menjadi tuan rumah dalam melaksanakan event olahraga terbesar di Provinsi Aceh tahun 2014," ujarnya seraya menambahkan, setelah pemerintahan Aceh Timur pindah ke Idi Rayeuk banyak sarana dan prasarana yang belum selesai pembangunan kantor bupati yang sampai saat ini masih menumpang di salah satu kantor dinas.

Menurut orang nomor satu di Aceh Timur ini, terwujudnya pelaksanaan PORA ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak terutama dukungan dari gubernur yang sangat besar perhatiannya kepada Aceh Timur dan beliau juga mengharapkan dukungan dan perhatian kedepannya lebih besar lagi terutama dalam pembangunan pusat pemerintahan Aeh Timur yang belum selesai itu.

Berbagai venue termasuk Gedung Idi Sport Center (ISC) yang sempat diraagukan kesiapannya, kata dia, kini benar-benar sudah siap dan biasa digunakan untuk berbagai event pertandingan sekaligus peresmian gedung (ISC) oleh Bapak Gubernur pada hari ini. "Kegiatan olahraga ini harus sesuai dengan etika dan moral, yang pada intinya busana dan tata cara pelaksanaan harus sesuai dengan nilai-nilai agama hal ini sangat penting agar bidang olahraga bias dibarengi dengan pembangunan iman dan taqwa (IPTAQ)," demikian Rocky. (*)