Iklan

Tanpa Punya Satelit Sendiri, Ide Drone Jokowi Bodoh dan Berbahaya

JAKARTA - Dalam debat Capres kali ini, ada satu teknologi yang terus menerus disebut oleh Capres nomor urut dua yaitu Joko Widodo, kejanggalan yang harus dipertimbangkan oleh masyarakat Indonesia adalah kita tidak mempunyai satelit.

Menurut Jajat Nurjaman, Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), teknologi drone akan berbahaya untuk Indonesia jika satelit kita menumpang kepada negara lain.

"Drone adalah teknologi tingkat tinggi yang mengharuskan sebuah negara mempunyai satelit sendiri, karena sebuah drone tidak akan efektif jika digantungkan kepada satelit negara lain. Bayangkan jika data yang didapat oleh Drone Indonesia bisa dilihat oleh negara yang mempunyai satelit, bahkan mereka bisa saja menggunakan Drone tersebut untuk menyerang Indonesia, mencuri data intelijen kita.", tegas Jajat, dalam pers rilisnya yang diterima globalaceh.com, 22 Juni 2014 dari bidang media Nurjaman Center.

Jajat lanjut menjelaskan, Jokowi harusnya pikir panjang sebelum mengusung sebuah teknologi, Jajat juga berkeyakinan langkah Prabowo Subianto mengangkat topik penjualan Indosat ke Singapura lalu Qatar, adalah karena ia mengetahui betapa berharganya satelit tersebut untuk Indonesia.

"Jika betul Jokowi ingin mewujudkan teknologi drone di Indonesia, ia harus tahu konsep Drone secara detil, daripada kita konsentrasi membangun teknologi drone, lebih baik kita konsentrasi mengambil kembali Indosat, Prabowo terlihat mengerti betul tentang fenomena ini, ia layak mendapat apresiasi.", ujar Jajat.

Debat Capres memang merupakan tempat bagi kedua kandidat untuk memaparkan ide dan konsep, namun yang terpenting adalah konsep yang ditawarkan harus realistis dan tidak boleh membohongi publik. Untuk apa membeli drone, kalau pada akhirnya justru akan melemahkan pertahanan Indonesia.

Nurjaman center for Indonesian Democracy "Untuk demokrasi yang bersih dan akurat."