Iklan

Bantuan Rumah Program Komunitas Adat Terpencil Di Desa Buket Makmu Tidak Tepat Sasaran

ACEH TIMUR - Bantuan rumah dari Kementrian Sosial Republik Indonesia untuk kaum miskin di Desa Buket Makmu Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur melalui program ' Komunitas Adat Terpencil Tahap ke III' disinyalir pembagiannya tidak tepat sasaran. 

Hal tersebut disampaikan, Khairil Jamil atau sapaan akrab Darah Muda, salah seorang warga desa setempat, kepada Wartawan, Selasa (8/7/14). Menurutnya, dalam pembagian rumah bantuan untuk kaum miskin yang tidak tepat sasaran itu diduga kuat oknum Geuchik Buket Makmu, Tgk. Wardhani ikut terlibat." Pasalnya disinyalir geusyik tersebut membagikan rumah bantuan itu kepada yang tidak layak untuk menerimanya serta tanpa melalui musyawarah" Ujar mantan kombatan GAM, dan pernah menjabat sebagai Panglima Operasi Sagoe Julok /Camp Medan.

Dia menambahkan, sebelumnya geusyik tersebut pernah melakukan hal yang sama saat pembagian bantuan rumah untuk kaum miskin tahap ke II tahun lalu." Dengan mencoreng daftar nama beberapa warga miskin yang layak mendapatkan rumah bantuan itu dengan mencantumkan namanya sendiri sebagai penerima bantuan rumah tersebut." Demikian Pungkas Darah Muda.

Hal senada juga diutarakan, Imum Mukim Julok Cut, Tgk. Abdullah Harun, seharusnya seorang geusyik tidak boleh berbuat semena- mena terhadap hak- hak kaum miskin. Kalau ini terjadi akhirnya akan menimbulkan efek buruk buat geusyik itu sendiri.

Sementara itu, Geuchik Gampong Buket Makmu Kecamatan Julok, Tgk. Wardhani, saat dihubungi terpisah melalui selulernya tidak diangkat dan di sms pun tidak ada balasan.
Camat Julok, Zainuddin, SE mengatakan, prihatin atas perilaku geusyik tersebut. Dan seharusnya seorang geusyik harus bersikap adil dalam menentukan nama- nama yang layak untuk mendapatkan bantuan rumah itu.

Dianya mengharapkan, agar sebaiknya, permasalahan ini secepatnya diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat di tingkat gampong. "Jadikanlah permasalahan yang pernah terjadi pada bantuan rumah tahap ke II tahun lalu, sebagai pelajaran yang sangat berharga dan jangan sampai terulang lagi," demikian harap Zainuddin. (F- 75)