Iklan

ACCI : Terkait Gedung Farmasi Terlantar, Kadinkes Aceh Timur Disinyalir Salah Minum Obat

Edi Safaruddin, SH.
ACEH TIMUR - Akibat ditelantarkannya pembangunan gedung farmasi oleh pihak rekanan atau kontraktor sehingga membuat Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Kamarullah,  angkat bicara dan mendesak Bupati Aceh Timur, Hasballah M. Thaib atau disapa akrap Rocky untuk segera melanjutkan pembangunan gedung farmasi yang sudah terbengkalai selama 4 tahun lalu .

Pernyataan Kepala Dinas Kesehatan tersebut menuai kritikan tajam dari, Direktur Eksekutif Aceh, Anti Coruption Committe Indonesia (ACCI) Edi Safaruddin, SH atau disapa akrap Dodi. Menurutnya,  Kepala Dinas Kesehatan Aceh Timur, Kamarullah disinyalir salah minum obat terkait pernyataannya itu. “ Pernyataan seperti yang disampaikan Kadinkes Aceh Timur di salah satu media lokal beberapa waktu lalu tentang mendesak Bupati untuk kelanjutan pembangunan gedung farmasi tersebut dinilai sangat berlebihan dan kurang beretika,” ungkap Dodi,  Senin (22/9) di Idi Rayeuk.



"Belum ada sejarahnya seorang Kepala Dinas yang memerintahkan seorang Bupati, Namun, seorang Kadis harus mencari solusi bagaimana agar gedung farmasi tersebut yang sudah ditelantarkan oleh rekanan agar bisa dibangun, minimal  melakukan koordinasi dengan Bupati Aceh Timur selaku pucuk pimpinan di Kabupaten ini." Terangnya.


Ditegaskannya, terlebih Kepala Dinas yang menduduki jabatan eslon II semestinya lebih jeli ketika memberikan pernyataan kepada media dan jangan asal bicara sehingga dapat menganggu kestabilan atau keharmonisan antara Kepala Dinas dengan Bupati. “ Selama ini Bupati Aceh Timur Hasballah M.Thaib telah banyak melakukan terobosan-terobosan dalam melakukan pembangunan di kabupaten ini,” sebut Dodi.


Ditambahkannya, selama Dinas Kesehatan Aceh Timur dipimpin oleh Kamarullah, tidak tampak adanya perubahan, malahan gudang farmasi tersebut hingga saat ini masih menyewa ruko di kawasan Idi Rayeuk yang menggunakan dana APBK Aceh Timur. “ Kita menyarankan kepada Bupati untuk mengevaluasi kinerja Kadinkes Aceh Timur, jika tidak mampu maka jangan dipertahankan lagi,” Demikian pungkas Edi Safaruddin SH.


Sebagaimana diketahui, kondisi gedung farmasi yang belum rampung itu tepatnya terletak dibelakang kantor Dinkes Aceh Timur tersebut kini sudah ditumbuhi hutan-hutan kecil, bahkan belum terlihat adanya kegiatan pelaksanaan kelanjutan pembangunannya di tahun 2014 ini sehingga terkesan layaknya bangunan tanpa miliki tuannya.


Pada kesempatan lainnya, Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Timur, Amir Syarifuddin, SKM,  yang dikonfirmasi terkait pembangunan gedung farmasi dimaksud menegaskan, bangunan gudang farmasi tersebut akan dikerjakan kembali pada tahun 2015 mendatang. “ Ya, saat ini gudang farmasi masih menyewa ruko,” pungkasnya singkat. (Tim)