Iklan

Aparat Kepolisian Bubarkan Pendemo Dengan Paksa

LHOKSEUMAWE - Ratusan massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Blang Lancang (IKBAL) bersama mahasiswa, kembali mengelar aksi demo didepan Kompleks Perumahan PT Arun, Senin (27/10/14).

Amatan media ini, pagar kompleks perumahan perusahaan tersebut dirusak massa dan menuntut pihak PT arun agar dapat menepati janji-janjinya.

Dalam aksinya massa IKBAL yang berjumlah +-250 orang dalam menuntut hak -haknya kali ini kembali menerobos masuk Kompleks PT. Arun dengan cara merusak pagar pembatas. 

Selanjutnya massa berhasil masuk, dimana dalam aksi tersebut terjadi keributan dan saling dorong antara pengunjuk rasa dengan pihak aparat Kepolisian. Setelah berhasil masuk massa IKBAl berorasi dengan menuntut agar Pihak PT. Pertamina dan Pihak PT. Arun mau menjumpai mereka untuk menyelesaikan tuntutan mereka, akan tetapi massa yang telah berada di dalam halaman PT. Arun tersebut di dorong kembali keluar oleh pihak aparat Kepolisian.

Setelah menunggu sekitar 1 jam lamanya, ternyata perwakilan Pihak PT. Pertamina dan PT. Arun tidak juga datang menjumpai massa, maka massapun melakukan aksi dengan merusak pagar pembatas PT. Arun sepanjang +- 15 meter, serta merusak dan membakar Baliho milik PT. Arun. 

Kemudian massa semakin brutal dengan mendorong aparat kepolisian yang berjaga di depan pintu gerbang PT. Arun agar bisa masuk kembali kedalam Komplek PT. Arun, akan tetapi pihak kepolisian tidak membiarkan aksi tersebut dengan cara menyemprotkan air (Water Cannon) ke arah kerumunan massa.

Dan saat keributan tersebut kembali terjadi antara massa dan kepolisian, maka Pihak kepolisian mengamankan koordinator aksi dari Himpunan Mahasiswa Islam lhokseumawe atas nama Tri Juanda dan Zubir untuk dimintai pertanggungjawaban terkait aksi pengrusakan yang dilakukan massa.

Dampak dari penahanan koordinator aksi tersebut, massa semakin brutal yang menyebabkan Kapolres Lhokseumawe Joko Surachmanto turun langsung ke tengah - tengah massa untuk menenangkan massa, dengan demikian barulah massa dapat menenangkan diri.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Joko Surahmanto, mengatakan, jangan ada tindakan anarkis dari massa, seperti pengrusakan pagar karena itu telah melanggar hukum dan dapat ditindak secara hukum," jika massa ingin menuntut haknya, maka jangan bertindak brutal dan sesuka hati," ujar Kapolres.

"karena saya selaku Kapolres Lhokseumawe bertanggung jawab atas permasalahan ini, dan saya selaku penengah dapat menjadi mediator antara Muspida dan massa, dan nantinya permasalahan ini akan kita sampaikan kepada pihak PT Arun dan apa yang terjadi tadi, dan nantinya tidak ada lagi tenda - tenda yg dibangun oleh massa IKBAl yang berdiri di persimpangan jalan menuju pintu 2 PT. Arun, itu akan kita bongkar hari ini semuanya." Imbuhnya.

KPA Sagoe Bujang Salim Krueng Geukuh Kabupaten Aceh Utara yang mewakili dari pengunjuk rasa, Mahdi mengatakan ,kami mengharapkan kepada Pihak Kepolisian khususnya kepada Kapolres Lhokseumawe agar dapat melepaskan rekan kami yang telah ditahan yaitu Korlap an. Zubir dan Tri Juanda." Dan juga mengharapkan kepada Pihak kepolisian dapat membantu kami menyelesaikan permasalahan ini, karena kami telah lelah menunggu samapai 40 tahun lamanya untuk menuntut hak - hak kami." Ujar Mahdi.
Aksi unjuk rasa tersebut selesai pukul 12.30 Wib, dengan pembubaran paksa oleh +- 150 orang personel Polres Lhokseumawe. (Rj)